IKLAN

Mertua Oknum Calon Wali Kota Tertangkap Jadi ‘Santa Claus’ Sembako? Bagaimana Sikap Bawaslu?


Pemerintah Paal Dua menangkap tangan tim salah satu calon bagi-bagi sembako Selasa dinihari tadi. Koto kanan: Salah satu oknum (kemeja merah muda) diduga mertua salah satu calon Wali Kota Manado

Pemerintah Paal Dua menangkap tangan tim salah satu calon bagi-bagi sembako Selasa dinihari tadi. Koto kanan: Salah satu oknum (kemeja merah muda) diduga mertua salah satu calon Wali Kota Manado

MANADO — Masyarakat Kota Manado kini makin cerdas. Tak mau pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini tercoreng dengan aksi money politic, Selasa (8/12) dinihari tadi mendapati tim salah satu pasangan calon Wali Kota sedang jadi ‘Santa Claus’ bagi-bagi sembako.

Tim tersebut yang menurut masyarakat terdapat oknum yang diduga kuat mertua salah satu calon Wali Kota itu beroperasi di wilayah Paal Dua. Masyarakat yang sadar mereka telah dibodohi langsung melaporkan ke pemerintah kecamatan.

Pemerintah setempat yang turun ke lokasi mendapati sebuah mobil yang didalamnya ditemukan sembako sudah dibungkus plastic yang siap dibagi-bagikan ke masyarakat.

Entah mengapa, pemerintah setempat sempat beradu argument dengan oknum yang diduga ayah mantu salah satu calon wali kota tadi. “Sembako-sembako itu langsung diamankan aparat pemerintah kecamatan,” kata warga.

Saat ini masyarakat menunggu sikap tegas Bawaslu Sulut. Yang pasti sebelumnya, Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda telah menginstruksikan, akan menganulir paslon Kepala Daerah terbukti melakukan dugaan politik uang di minggu tenang atau sehari sebelum pencoblosan tanggal 9 Desember 2015.

Ia mengingatkan, kepada para paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah di wilayah Sulut bersama masing-masing tim pemenangan untuk tidak melakukan pelanggaran selama masa tenang.

“Sesuai amanat perundang-undangan, mulai Minggu (6/12) pukul 00.00 Wita dinihari semua alat peraga kampanye  dibersihkan, termasuk iklan dan berita yang bernuansa iklan ajakan di media masa dan media online. Jika terbukti melanggar, konsekuensinya bisa sampai didiskualifikasi dari calon, bila terbukti,” tegas Malonda. (antoreppy)