IKLAN

Merasa Terganggu dengan Limbah PT. MNS, Warga Paceda Minta Pembebasan Lahan


 

TPS Limbah PT. MNS Bitung, foto diambil pada awal bulan April

TPS Limbah PT. MNS Bitung, foto diambil pada awal bulan April

BITUNG-Warga Kelurahan Paceda Kecamatan Madidir, khususnya yang tinggal di seputaran PT. Multi Nabati Sulawesi (MNS) Bitung, merasa terganggu dengan Limbah di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) di area pabrik.

 

“Kami sangat terganggu dengan keberadaan TPS Limbah pabrik PT. MNS yang jelas mencemari lingkungan, apalagi kalau musim panas, rumah kami banyak debu, kalau musim hujan, banyak Lalat beterbangan. Kami minta pihak perusahaan segera membebaskan tanah tempat tinggal warga diseputar area pabrik dengan harga yang wajar,” ungkap Lidya Sendabulang kepada manadoline.com, Senin (18/5).

 

Pihak PT. MNS Bitung saat dikonfirmasi terkait permintaan warga tersebut, mengatakan saat ini posisi keuangan perusahaan lagi tidak stabil, dan lagi permintaan warga tanah mereka dijual dengan harga bervariasi, per meter mencapai angka 8 jutaan rupiah.

 

“Pada prinsipnya, pihak perusahaan peduli dengan warga sekitar, masalahnya harga yang diminta tidak sesuai dengan kemampuan perusahaan, kalau hanya diangka satu jutaan rupiah per meter masih bisa dipertimbangkan, apalagi dengan kondisi perusahaan saat ini,” jelas Suherman salah satu Pimpinan PT. MNS Bitung yang didampingi bagian Humas Ibu Lolita, kepada manadoline.com, Senin (18/5). (jones)