IKLAN

Merah Putih Akhirnya Berkibar di Puncak Gunung Tumpa, Saksi 70 Tahun Peristiwa Heroik NKRI  


 

Ratusan pelajar berjalan mengibarkan bendera merah putih di puncak Gunung Tumpa sebagai peringatan 70 Tahun Peristiwa Merah Putih

Ratusan pelajar berjalan mengibarkan bendera merah putih di puncak Gunung Tumpa sebagai peringatan 70 Tahun Peristiwa Merah Putih

MANADO – Gunung Tumpa, kelurahan Pandu jadi saksi tatkala ratusan pelajar, mahasiswa dan pemuda se Kota Manado berjibaku menghayati peringatan 70 tahun Peristiwa Merah Putih di puncak gunung berbatasan Manado-Minahasa Utara.

Berbagai kegiatan positif melekat dengan generasi muda digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Manado kerjasama Karang Taruna Tumpa sejak Jumat (12/2) dalam menumbuhkan jiwa patriotisme dan semangat nasionalisme generasi muda menghayati kembali perjuangan leluhur para pahlawan merebut NKRI dari tangan penjajah.

“Mudah-mudahkan kegiatan ini bisa merangsang generasi muda kita untuk terus berprestasi dalam berbagai bidang. Prestasi itu mengiplementasikan peran generasi muda mengisi kemerdekaan untuk bangsa dan daerah kita tercinta,” ujar Kadispora Manado, Lenda Pelealu.

Prosesi Tamong Banua oleh masyarakat Pandu di acara Puncak 70 Tahun Peristiwa Merah Putih

Prosesi Tamong Banua oleh masyarakat Pandu di acara Puncak 70 Tahun Peristiwa Merah Putih. (foto: riedelmandagie)

Peringatan 70 tahun Peristiwa Merah Putih ini diisi dengan kegiatan olahraga, bakti social, dialog pemuda hingga parade merah putih di pucak gunung Tumpa.

Puncak kegiatan, Minggu (14/2), masyarakat Pandu juga ikut ambil bagian menggelar adat prosesi Tamong Banua.

Di puncak peringatan peristiwa ini, suasana heroic begitu terasa tatkala ratusan pelajar dengan antusias mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Tumpa.

Keringat akibat terik matahari mambasahi pakaian ratusan pelajar ini sebagai bukti pengorbanan tatkala mereka harus mendaki jalan terjal hingga puluhan kilo meter untuk menapakan kaki mereka sampai ke puncak gunung.

Gebyar Merah Putih pun akhirnya berkibar di Puncak Gunung Tumpa. “Merdeka… merdeka… merdeka!!!” teriak ratusan pelajar dari puncak gunung.

Menurut Lenda, semangat Merah Putih kali ini yang digelar di Gunung Tumpa sebagai wujud menggairahkan dan melestarikan gunung tertinggi di Manado ini untuk terus dijadikan salah satu kawasan atau aset yang bisa menarik dunia pariwisata.

“Salah satunya di Gunung Tumpa ini akan dijadikan arena olahraga Paralayang. Jika tak ada aral melintang, berbagai cabang olahraga lain juga bisa dilaksanakan disini. Ini mengingat agar budaya olahraga bagi masyarakat Manado tidak lagi terfokus dalam kota tapi sudah merata hingga ke Manado bagian utara,” pungkas Kadispora Lenda Pelealu. (antoreppy)

 

 

Manado Fiesta 2017