IKLAN

MOTIVASI MONICA DI AKHIR PEKAN

Mengubah Dunia Mahasiswa dengan Kuliah Sambil Bisnis


MOTIVASI MONICA DI AKHIR PEKAN

KEBANGGAAN: Monica Slat saat menerima penghargaan disalah satu perusahaan tempat berbisnisnya

KEBANGGAAN: Monica Slat saat menerima penghargaan naik level Manager disalah satu perusahaan tempat berbisnisnya, awal Mei 2016 lalu.

DUNIA PERKULIAHAN tak lepas dari biaya pendidikan lumayan mahal. Tapi jangan berdiam diri saja, untuk mendapat uang jajan diluar orang tua terasa meringankan beban hidup keluarga. Itu yang dilakukan Monica Slat, mahasiswi semester akhir ini berikan semangat agar bisa berbisnis tambah penghasilan di usia muda.

Kerinduannya, semakin menunjukan progres. Mulai Ia berbisnis kosmetik dan kesehatan dengan jualan berbagai asesoris mulai parfum hingga berbagai kebutuhan pribadi, dari perusahaan ternama dari Swedia Eropa sejak 1967 dan Indonesia sejak 1986, hingga terkenal di Manado.

“Dalam benak, saya ingin sukses, meringankan biaya orang tua tetapi tetap mendapat beasiswa dan mempertahankan IPK 3,5 merupakan capaian harus dipegang,”ucapnya kepada Manadoline, Sabtu (14/5).

Kuliah, Berbisnis hingga capai Manager MLM, sejalan…

Awal berbisnis, Februari 2015 saat masuk semester 6 di FMIPA, Jurusan Kimia Universitas Negeri Manado (UNIMA) 2012.

Padahal semester tersebut sangat padat, mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kampus tepatnya di Kantor Pusat.

Seiring menikmati kuliah, lumayanlah terjun dalam bisnis tersebut dapat keuntungan mulai Rp 200 ribu. Saat ini pendapatan hingga jutaan rupiah setelah masuk level Manager Multi level marketing, networking marketing (MLM) dengan puluhan jaringan dibawahnya.

Ia tak memungkiri, kuliahnya saat ini sangat sibuk karena dalam praktek mengajar 3 bulan sejak Maret hingga Mei 2016.

“Sambil penelitian di sekolah-sekolah, seminggu full praktek tapi berbagi waktulah dengan bisnis mulai urus orderan, downline hingga promosi karena harus kontrol jaringan agar komunikasi lancar,’ujar gadis 21 tahun, alumni SMAN I Tareran ini dengan ekspresi serius.

Lanjutnya, sejak bisnis dibidang kosmetik dan kesehatan Monica mengakui bertemu banyak partner dari berbagai daerah. Walaupun tak dipungkiri bisnis yang dijalankan saat ini sudah banyak sepertinya, tapi diluar sana tak menutup kemungkinan masih ada mahasiswa yang belum berinovasi.

“Kuliah, mengajar, penelitian, bisnis tapi tetap prioritaskan studi dengan berharap keduanya tetap lancar. Optimis, walau penuh keringat perjuangan selalu memegang motto, tidak ada kerja keras yang akan mengkhianati hasil. Keep Pray and Action saja,”katanya, sambil memotivasi dan mengajak mahasiswa berbisnis.

Pesannya, bagi mahasiswa harus berpikir kedepan gunakan peluang dimasa kuliah. Selagi bisa berbisnis tambah uang semester, apalagi lulus nanti tantangan lebih besar di dunia Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Jangan takut lakukan hal positif selagi bermanfaat dan menguntungkan. Selain bisnis kosmetik dan kesehatan tentu masih banyak lainnya yang pasti membawa income memenuhi hidup mahasiswa,”kuncinya. (srikandipangemanan)