IKLAN

Menghadapi MEA 2015, Ini Tanggapan Mahasiswa Berprestasi


MAHASISWA: Kritis dalam menanggapi MEA 2015, Gratia (kiri), Solafide (tengah), Mega (kanan) (foto:Kandi/manadoline)

MAHASISWA: Kritis dalam menanggapi MEA yang akan berlangsung akhir Desember 2015, Gratia (kiri), Solafide (tengah), Mega (kanan) (foto:Kandi/manadoline)

MANADO-Jelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dimulai akhir Desember 2015, mahasiswa mendapat tantangan baru, karena berdampak pada perdagangan bebas dan meluasnya lapangan pekerjaan.

Mahasiswa dari beberapa kampus di Manado ini, kepada www.manadoline.com Senin (22/6) diantaranya Gratia Juni Tampi mahasiswa Fakultas Sastra Inggris Universitas Sam Ratulangi Manado mengatakan ada positif dan negatif MEA yaitu positifnya kita bisa menjalin hubungan dengan negara-negara ASEAN lainya yaitu produk-produk akan dikenal, negatifnya jaringan-jaringan teroris akan gampang masuk di Indonesia. Senada dengan itu, mahasiswa jurusan Technical Laboratory Medical Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado Solafide Otniel Karundeng mengungkapkan kita sebagai mahasiswa otomatis harus menguasai Bahasa Asing karena disekitar kita akan bertemu dengan masyarakat ASEAN pada umumnya,”jelas mereka pada saat selesai kuliah di Kawasan Megamas.

Persaingan semakin ketat, bisa jadi produk dalam negeri tidak akan laku lagi di Indonesia.”Masyarakat Indonesia menurut saya pada umumnya, lebih gampang tertarik dengan produk luar implementasinya produk lokal tidak dilirik lagi,”tegas mahasiswa jurusan Elektro program studi Informatika Mega Ateng. MEA berdampak pada Sumber Daya Manusia (SDM) lebih mudah dalam mencari pekerjaan diluar negaranya. (srikandipangemanan)