IKLAN

Media Harus Klarifikasi, Moning: Ini Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Satgas Gempita


Berita pencemaran nama baik dimuat salah satu media online yang dishare dan disebarluaskan di akun FB

Berita pencemaran nama baik dimuat salah satu media online yang dishare dan disebarluaskan melalui akun FB

MANADO – Setelah mendengar pengakuan Manager Las Vegas Café, Simon Depasau dan Rusdianto, anggota Satgas Gempita yang dituduh menerima upeti saat sidak bersama Tim Disparbud seperti ramai diberitakan sejumlah media cetak dan online berdasarkan pengakuan HN, oknum wartawan media cetak yang mengaku melihat langsung transaksi amplop itu spontan membuat sejumlah Pemerhati Satgas Gempita bereaksi.

Apalagi HN, selaku sumber pemberitaan enggan memberikan klarifikasi terkait pengakuannya terkesan ada indikasi pemberitaan di media ada upaya merusak nama baik Satgas Gempita yang sejak dibentuk Wali Kota dan Wawali Manado, GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR), 12 Mei lalu mengundang pro kontra.

“Tim Satgas GEMPITA dibentuk untuk menegakkan aturan di lingkungan Pemkot Manado. Dalam hal suap yang dituduhkan kepada Tim Satgas Gempita harus di proses hukum  bila ini hanya fitnah untuk menggembosi pamor Tim Satgas Gempita,” tegas Tonaas Laskar Manguni Indonesia (LMI), Moning Mamengko.

Dia meminta oknum nara sumber di seret ke ranah hukum karena persoalan ini sudah menyangkut nama baik Pemkot Manado. “Ini harus dilakukan karena menyangkut nama baik Pemerintah Kota Manado (yang membentuk Satgas Gempita). Aturan harus ditegakkan,” ujar Moning yang juga Ketua Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKRI) Sulut.

Pemerhati Satgas Gempita, Maxi Malonda pun sejalan dengan Moning. Apalagi menurutnya, sudah ada pengakuan dari Manager Las Vegas Café yang membantah memberikan upeti kepada anggota Satgas Gempita.

“Ini sudah pencemaran nama baik. Sudah berurusan dengan hokum apalagi oknum wartawan yang menjadi sumber berita tidak mau mengklarifikasi. Begitu juga media yang memberitakan dari awal, tidak melakukan check in recheck ke pihak Satgas Gempita selaku tertuduh,” kata Malonda.

Ketua Tim Satgas Gempita, Hans Tinangon berharap media cetak atau online yang memberitakan masalah ini untuk memuat juga berita klarifikasi sesuai pengakuan Manager Las Vegas Café serta pengakuan okntun Satgas yang dituduh menerima upeti.

“Karena tuduhan itu tidak mendasar. Ini sudah ada pengakuan dari pihak tempat hiburan malam, kalau itu tidak benar. Tolong media juga memberikan klarifikasi termasuk sumber yang memberikan info tersebut,” tandas Tinangon.(nald)