IKLAN

Mau Ikut Pilkada Lagi? Siapkan Branding Kepemimpinan Anda


pilkada langsungMENYUSUL disahkannya UU Pilkada, maka rakyat Indonesia tetap dapat memilih langsung kepala daerah masing-masing. Namun persaingan antar kontestan, pasti bertambah berat, termasuk bagi pentahana.

Agar dapat memenangkan suara rakyat, apa saja yang perlu disiapkan menghadapi persaingan?
“Calon pemimpin dan pemimpin daerah yang tengah menjabat di suatu kota, kabupaten, dan propinsi harus paham identitas daerah masing-masing. Identitas daerah yang dimaksud adalah identitas yang berdaya saing,” kata CEO Makna Informasi M. Rahmat Yananda, dalam surat elektronik, Senin (2/2).
Branding kota, kabupaten dan propinsi tidak dapat dipisahkan dari kepaduan identitas daerah dan identitas pemimpin. Bila dua identitas itu bila menyatu akan membentuk brand kuat untuk mendapatkan posisi atau citra suatu daerah.
Brand yang kuat akan membantu pemangku kepentingan baik warga, jajaran pemerintah, wirausahawan, investor, pemerintah daerah lainnya melihat arah dan kebijakan pembangunan suatu daerah dan meresponnya dengan baik. Perpaduan identitas daerah dan gaya kepemimpinan yang sesuai ialah langkah awal pembentukan brand suatu daerah.
“Identitas yang berdaya saing mampu menempatkan daerah dalam posisi unik dan berbeda dengan daerah-daerah lainnya,” tutur Rahmat.
Bandung dan Surabaya, menurutnya contoh kasus daerah dengan branding yang kuat berkat kepemimpinan wali kota masing-masing. Meski jauh sebelum Ridwal Kamil dan Tri Rismaharini menjabat, dua kota tersebut sudah dikenal oleh masyarakat.
“Ridwan Kamil mampu mengantarkan brand Bandung sebagai kota kreatif atau smart city. Surabaya yang dulu identik dengan panas, sekarang dikenal sebagai kota taman,” ujar penulis dan editor buku Branding Tempat: Membangun Kota, Kabupaten dan Propinsi Berbasis Identitas tersebut.
Menjelang pemilukada serentak, para calon pemimpin daerah perlu menyiapkan branding bagi tempat mereka. Brand itu yang diolah menjadi pesan kampanye yang efektif dan efisien.
Bagi para pentahana tantangannya justru lebih berat. Sebab brand daerah tidak begitu saja dapat diidentikkan dengan dirinya. Harus ada pengakuan dari rakyat terhadap kinerjanya dalam periode berjalan memang membawa kemajuan positif dan signifikan.
“Tidak bisa asal klaim,” wanti Rahmat. (sumber: metronews)

 

 

Manado Fiesta 2017