IKLAN

Masalah Duit, Alasan Disparbud Kurang Geliat Pamer Budaya Manado di Munas APEKSI Jambi


Papan Nama peserta dari Manado yang dibawakan salah satu Lurah

Papan Nama peserta dari Manado yang dibawakan salah satu Lurah

MANADO – Berbagai celoteh mengapa Kota Manado kurang greget ketika pameran budaya pembukaan Indonesia City Expo di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Baru Jambi saat Munas APEKSI V pecan lalu dibanding ketika Rekernas APEKSI di Kota Ambon setahun lalu, bukan tidak beralasan.

Ini terungkap dari salah satu staf Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado yang membawa rombongan kesenian dan budaya ke Kota Jambi.

Alasan Disparbud sampai penampilan Manado saat pawai budaya hanya biasa-biasa saja dibanding kota lain peserta Munas APEKSI di Jambi, karena kekurangan anggaran.

“Torang (Disparbud) so abis anggaran kasiang mo bawa rombongan tim kesenian dan promosi pariwisata ke Jambi,” ujar staf perempuan tersebut.

Saat pameran budaya itu, Kota Manado menjadi peserta nomor 29. Terlihat hanya 2 pasang nyong-noni Manado plus seorang penari Cakalele yang diboyong Diparbud.

Untuk meramaikan penampilan rombongan Kota Manado ketika pawai budaya, terpaksa sejumlah PNS yang mendapat surat tugas hadir di Munas APEKSI di Jambi diikutsertakan dalam rombongan budaya itu dengan mengenakan pakaian khas Batik Manado.

Bahkan yang memegang papan nama peserta dari Manado, seorang Lurah perempuan. Tidak ada atraksi apa pun yang ditonjolkan sebagai ciri khas budaya Manado atau Minahasa. Tidak seperti di Kota Ambon ketika Rakernas APEKSI tahun lalu.

Selidik punya selidik, ternyata anggaran promosi budaya dan pariwisata di Disparbud Manado sudah habis terkuras saat berangkat ke Kota Batam beberapa bulan lalu ketika itu Royke Roring dipercayakan sebagai Penjabat Wali Kota.

Ketika itu, rombongan Pariwisata Disparbud Manado tidak hanya ke Batam namun ada yang tembus sampai ke luar negeri. “Itu kan sempat menjadi pembicaraan di kalangan pemkot ketika Disparbud membawa rombongan kesenian dan pariwisata bukan hanya ke Batam, tapi sampai ke Singapura,” kata seorang staf Pemkot lainnya saat di Jambi.

Menurutnya, tak heran jika anggaran Disparbud mempromosikan budaya dan pariwisata Manado di Munas APEKSI ini tidak optimal. Padahal Munas APEKSI Jambi momen tepat memromosikan pariwisata Kota Manado.

“Tapi yah, anggaran kata so abis mo bikin apa. Makanya penampilan Manado biasa-biasa saja,” katanya. (anre)