IKLAN

Marundu Ditikam dengan Pisau Sepanjang 43 cm, Ini Pengakuan Pelaku Pembunuhan di Perumahan Gubernuran


Tersangka utama pembunuhan terhadap Alexander Marundu di kawasan Perumahan Gubernuran

Tersangka utama pembunuhan terhadap Alexander Marundu di kawasan Perumahan Gubernuran

MANADO – Usaha dan kerja keras tim Resmob Polresta Manado dipimpin Kasat Reskrim Kompol Dewa Gede Palguna patut diancungi jempol. Buktinya, hanya berselang tiga jam, peristiwa pembunuhan Minggu (22/3) tengah malam sekitar pukul 23.15 Wita di Perumahan Gubernur, Jalan Ayalon, Winangun Satu, Lingkungan I Kecamatan Malalayang, yang menewaskan Alexander Marundu (18) warga Winangun Satu, oleh pelaku RT alias Recky (17) warga Mahakeret Barat Lingkungan V, berhasil dibekuk dirumahnya.

Dihadapan polisi, pelaku utama Recky mengaku, ia nekad membunuh karena sebulan yang lalu, korban pernah bermasalah dengannya. “Dia waktu itu ada nongkrong sambil isap ehabond didepan Golden Swalayan di Jalan Sam Ratulangi. Dia dapa lia pa kita kong dia dusu deng pisau,” aku Recky.

Nah.., malam kejadian itu, saya bersama kakak RLT alias Rocky (19) dan pacarnya Putri (16) siswi SMA warga Lorong Losmen, Teling Atas Lingkungan VIII yang adalah saksi kunci dalam peristiwa tersebut, tidak menyangka, waktu pulang dari acara ulang tahun, kami berboncengan tiga menggunakan motor Honda Revo, melewati lokasi kejadian dan berpas-pasan dengan korban. “Kita masih hafal depe muka, kong ba lumpa dari motor dan mencegatnya. Kita tanya, ngana itu hari kang, kong korban bilang iyo,” jelasnya.

Ini pun membuat saya akhirnya mengeluarkan pisau yang panjangnya sekitar 43 cm, korban kaget dan melarikan diri. “Waktu dia lari, kita pe kakak tendang kong jatung. Dia masih berusaha lari kong ba lumpa pagar, kita dusu turus kong dapa pa dia, kong cucu di leher deng dada. Kita le ada tambah cucu di dahi, baru itu kita cucu di pundak,” kata Recky.

Usai melakukan aksi pembunuhan sadis itu, pelaku bersama sang Kakak dan pacarnya akhirnya meninggalkan lokasi kejadian, menuju ke wilayah Jambore untuk menenangkan diri, kemudian kembali ke rumah mereka di Mahakeret Barat, tepatnya di lorong depan kantor KPU Provinsi Sulut. (alen)