IKLAN

Mahasiswa UNIMA Gondol Emas Pertama Pencak Silat Indonesia di Asean University Singapura


Abdul Malik, mahasiswa UNIMA, Sulut yang sukses mebawa harum Indonesia pada Kejuaraan Internasional ASEAN University Game ke-18 di Singapura

Abdul Malik, mahasiswa UNIMA, Sulut yang sukses mebawa harum Indonesia pada Kejuaraan Internasional ASEAN University Game ke-18 di Singapura

MANADO – Lagu Indonesia Raya tiba-tiba menggelegar di final Kejuaraan Internasional ASEAN University Game ke-18 di Singapura akhir pecan kemarin.

Sulawesi Utara kembali bikin gebrakan di mata dunia, terlebih untuk bangsa Indonesia.

Salah satu putra daerah sukses memboyong medali emas pertama untuk Indoensia pada Kejuaraan Internasional ASEAN tersebut di cabang olah raga pencak silat.

Adalah Abdul Malik, mahasiswa Universitas Manado (UNIMA), satu-satunya atlit pencak silat asal Bumi Nyiur Melambai di bawah asuhan pelatih Pontowuisan Kakauhe tergabung dalam kontingen Indonesia yang bertarung di ajang tingkat dunia diikuti 11 negara itu.

Malik diketahui warga Kelurahan Winenet Bitung sukses mengalahkan pesilat Laos di babak final. Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNIMA itu menang telak 5 : 0 dari atlit silat Negara berjulukan The Land Locked Country (Tanah Yang Terkunci) itu.

Sebelumnya juga pada babak semi final Malik berhasil menundukan pesilat dari Negara Vietnam. Menurut sang pelatih, Pontowuisang Kakauhe, sukses yng diraih anak didikannya itu sebuah usaha dan kerja keras Malik yang tekun berlatih.

Lagu Indonesia Raya menggema di Kejuaraan Internasional ASEAN University Game ke-18 di Singapura

Lagu Indonesia Raya menggema di Kejuaraan Internasional ASEAN University Game ke-18 di Singapura

“Ini demi nama harum daerah Sulut. Beliau tekun berlatih sebelum mengikuti Kejuaraan Internasional ASEAN University di Singapura ini. Terima kasih Abdul Malik, dukungan anda semoga menjadi cermin olahraga di Sulut dan mendapat perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Ponto.

Pengurus Pengprov Ikatan Pencak Silat (IPSI) Sulut, Lukman Lamato yang mendampingi Abdul Malik di Singapura mengatakan, sebuah kebanggaan yang dilakukan Malik.

“Medali emas yang dipersembahkan putra Bitung adalah sebuah kebanggaan masyaakat Sulut,” ujar Lamato yang juga Ketua IPSI Bitung ini. (antoreppy)

 

Manado Fiesta 2017