IKLAN

TOLAK GERAKAN PAPUA MERDEKA

Mahasiswa Papua Indonesia di Sulut Tidak Perlu Ragu Bersuara


TOLAK GERAKAN PAPUA MERDEKA

MANADO – Ribuan mahasiswa asal Papua yang studi di Sulawesi Utara (Sulut) diminta agar tidak perlu ragu menyuarakan aspirasinya untuk menolak gerakan Papua merdeka. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu tokoh pemuda asal Wamena, Danius Halatu.

Akun

Foto dalam akun Facebook KNPB Konsulat (Media Rakyat) 14 Juli 2016

“Tidak semua mahasiswa Papua di Sulut mendukung Papua merdeka, banyak diantara mereka yang justru menolak ide tersebut. Kalian para mahasiswa tidak perlu ragu menyatakan sikap mendukung kelanjutan pembangunan tanah Papua oleh Pemerintah Indonesia”, ujarnya kepada Manadoline, Senin (18/7).

Munculnya pergerakan sekelompok orang untuk melepaskan Papua dari Indonesia, dinilai hanya akan menimbulkan dampak negatif.

“Kita semua sudah tahu bagaimana sejarah Timor Timur, setelah lepas dari Indonesia, kehidupan masyarakatnya malah tidak lebih baik daripada sebelumnya (saat berada di dalam NKRI)” terangnya.

Dalam alam demokrasi, perbedaan pendapat merupakan sesuatu yang wajar selama tidak melanggar konstitusi.

“Memang ada rasa ragu, ketakutan dari anak-anak Papua untuk mendukung Indonesia terang-terangan. Tidak bisa dipungkiri, ada sikap intimidasi dari kelompok pro Papua merdeka kepada masyarakat Papua yang mendukung NKRI”, lanjut pemuda yang berdomisili di Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) tersebut.

Oleh karena itu, Pemerintah RI dan institusi terkait diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat Papua, khususnya yang ada di perantauan.

“Jika ada ancaman, teror, ataupun kekerasan oleh oknum-oknum pendukung Papua merdeka, adik-adik tidak perlu takut. Kita punya hukum, kita punya polisi dan tentara, laporkan saja pasti mereka akan ditindak. Pihak kampus di seluruh Sulut juga diharapkan dapat memberikan sanksi akademik bagi para mahasiswa Papua yang terlibat dalam organisasi Papua merdeka”, tutup Danius. (srikandi)