IKLAN

Luhkumtak di Rutan Malendeng, Fikri: Memasuki MEA Butuh  Pemahaman Hukum Kuat


Akhmad Zaenal Fikri

Akhmad Zaenal Fikri

MANADO — Agenda Penyuluhan Hukum Serentak (Luhkumtak) 2016 yang menjadi agenda nasional dari Kementerian Hukum dan HAM akan digulirkan di Rumah Tahanan (Rutan) Manado di Malendeng. Sebanyak 150 peserta akan menyemarakkan Luhkumtak yang secara nasional akan diikuti 1 juta peserta itu.

‘’Mengenai persiapan sudah rampung. Termasuk para Penyuluh yang akan tampil nanti,’’ jelas Kepala Rutan Manado, Akhmad Zaenal Fikri kemarin.

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ada Rutan Manado wajib untuk berpartisipasi dalam hajatan sebagai upaya menyebarluaskan informasi dan pemahaman terhadap norma hukum.

‘’Maksud dan momentum ini adalah membangun masyarakat cerdas soal hukum sekaligus menjadi enerjji positif sebagai pendorong dalam penyelenggaraan bernegara dan bermasyarakat sehingga tercipta budaya patuh hukum dalam kehidupan sehari-hari,’’ ujar Fikri.

Di bagian lain Ketua Bantuan Hukum Propope Manado, DR Roy Pangemanan, SH, MH yang akan menjadi salah satu Penyuluh menjelaskan bahwa momen ini begitu bernilai dalam memberikan sadar hukum kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya WBP di Rutan Malendeng. ‘’Kan masih banyak masyarakatan yang buta hukum. Nah, lewat penyuluhan ini tentu mereka akan diberikan penyadaran hukum yang benar,’’ ujar mantan Kepala Inspektorat Kabupaten Mitra itu.

Selain soal hukum, tambah Fikri, juga hadir Penyuluh dari BPHN dan BNNP. Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan ditonjolkan dalam Luhkumtak 2016 ini.

‘’Memasuki pasar bebas Asean, maka dibututuhkan pemahaman hukum yang kuat, sehingga manivestasi yang MEA dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat. Hukum bukan sesuatu yang menakutkan, karena hokum merupakan seperangkat norma untuk membangun tertib masyarakat serta mendorong dinamikan kehidupan masyarakat, oleh sebab itu perlu diciptakan subtansi hokum yang baik , mudah diaati oleh siapapun, tanpa harus dengan paksaan,sehingga masyarakat perlu mendapat penyuluhan hukum yang intensif. ‘’ katanya.

Menurut Fikri, agenda ini dilakukan secara menyuruh di seluruh tanah air, dan dimulai tepat pukul 10.00 Wita untuk Sulut. ‘’Tentu di Jakarta, dimulai jam 09.00 pagi, dan Wilayah Timur, jam 11,’’ ujar pria asal Lombok itu. Untuk Sulut akan dilaksanakan di 40 titik, sedangkan sentralnya di Gubernuran Bumi Beringin, yang akan dihadiri oleh 2000 peserta. (ekaputra)