IKLAN

Lombok Terima Aspirasi dari Pemuda se-Minsel dan Mitra


MINSEL-Anggota DPRD Sulut, Billy Lombok pada reses ke 3 tahun 2016 turun ke daerah pemilihannya di wilayah Minsel dan Mitra.

Anggota Komisi II membidangi Perekonomian dan Keuangan  menerima aspirasi dari ratusan para Pemuda se-Minsel dan Mitra

Billy Lombok

Billy Lombok

Dihadapan mantan Penatua Pemuda Sinode GMIM periode 2005-2014 peserta reses mengeluhkan infrastruktur yang ada. Pemuda dari  Tompaso Baru mengeluhkan persoalan proyek air bersih yang mereka nilai dilaksanakan asal asalan sehingga sampai sekarang banyak yang bocor.

” Mohon di sampaikan atau diperiksa langsung, karena menyangkut air bersih untuk rakyat, kebutuhan pokok, bagaimana bila kemarau datang, ini tentu berbahaya,” ungkap Glaudy Limpele.

Lain lagi disampaikan oleh peserta reses yang berasal dari Motoling, mereka mengeluhkan di daerah atas Minahasa Selatan tidak terdapat fasilitas mobil Damkar.

“Bila kebakaran, kami hanya berharap dari Amurang itu pun sangat terbatas. kami mohon ini di perjuangkan,” tutur  Asri paat.

Mendengar aspirasi dari masyarakat yang diwakili oleh para Pemuda dari Minsel dan Mitra.  Lombok pun siap menampung semua aspirasi tersebut.

“Saya siap memperjuangkan aspirasi masyarakat jika itu adalah kewenangan provinsi. Yang disampaikan masyarakat banyak aspirasinya adalah kewenangan Kabupaten. Saya akan sampaikan langsung ke Ibu Bupati dan Bapak Bupati agar dapat memperhatikan pengeluhan dari masyarakat,” jelas Lombok.

Namun sebagai perhatian pemerintah Provinsi berbagai bantuan program dan kegiatan untuk membantu pertanian, perikanan, perkebunan akan masuk tahun 2017.

Dijelaskan Lombok, Minsel pada tahun 2016 merupakan daerah kedua terbesar pengalokasian dana sesudah Kabupaten Minahasa.

“Terkait pelaksanaan pembangunan infrastruktur kami akan seriusi apalagi soal ketersediaan air, ini sangat penting. Data di kami gunung Lolombulan juga sudah kritis. Diharapkan  agar jaga kelestarian dan pihak pertambangan kami warning agar jangan merusak lingkungan karena dari hasil hearing dinas kehutanan di tengarai aktifitas pertambangan menjadi faktor rusaknya hutan,” kata Lombok. (mom)