IKLAN

Kontroversi Pakaian Dinas Oknum Kasat Pol PP Linda Lahamesang

Langgar Permendagri dan Telah Ditegur Sekkab Bolmong


Kontroversi Pakaian Dinas Oknum Kasat Pol PP Linda Lahamesang

Oknum Kasat Pol PP Pemkab Bolmong Linda Lahamesang (kanan) Banyak Disorot Warga. (foto probmr)

Oknum Kasat Pol PP Pemkab Bolmong Linda Lahamesang (kanan) Banyak Disorot Warga. (foto probmr)

BOLMONG – Kabupaten Bolmong saat ini dikenal sebagai gudang pejabat bermasalah terutama dalam tindak pidana korupsi (tipikor). Tak cuma itu ada juga pejabat yang diduga melanggar penggunaan seragam dinas. Salah satu contoh yang dilakoni Kepala Sat Pol-PP Linda Lahamesang. Pejabat ini dinilai pakaian dinas yang sering dikenakannya tidak sesuai dengan pedoman, perlengkapan dan peralatan operasional Satuan Polisi Pamong Praja yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2013, hingga spesifikasinya disebutkan pakaian berwarna khaki tua kehijau-hijauan. Baik itu pakaian dinas harian (PDH), pakaian dinas lapangan (PDL), pakaian dinas petugas pataka (PDPP), pakaian dinas petugas tindak internal (PDPTI), dan pakaian dinas upacara (PDU). Jika diperhatikan, ada sejumlah seragam yang sering dikenakan, malah bermotif mirip seragam salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas). Selain itu, beberapa staf Sat Pol PP juga ada yang mengenakan pakaian dinas warna biru gelap menyerupai pakaian Korps Brigade Mobil (Brimob). ‘’Seragam yang sering digunakan Kasat Pol PP telah menabrak aturan terkait dengan pakaian dinas. Perlu dipertanyakan penguasaan aturan oleh pimpinan Sat Pol PP. Sat Pol PP bukan ormas. Soal pakaian dinas sudah jelas diatur dalam permendagri. Kalau ada selain yang diatur pada permendagri jelas itu pelanggaran disiplin seorang PNS,’’ kata Supriyadi Dadu, aktifis Bolmong. Menurutnya, Sat Pol PP adalah organisasi pemerintah bukan organìsasi liar yang sembarangan menggunakan seragam. Dia menduga, perubahan warna pakaian dinas Sat Pol PP tersebut lebih didasari pada upaya kepala Sat Pol PP yang sedang mencari perhatian kepada pimpinan (bupati). “Ini masalah serius dan perlu ada penindakan dari bupati,’’ tambahnya. Kepala Satpol PP Bolmong, Linda Lahamesang, saat dikonfirmasi Minggu (22/2), mengakui jika pakaian dinas yang sering digunakan anggotanya tidak sesuai permendagri. “Iya diatur, saya juga sudah dari Jakarta dan pakai itu,’’ katanya. Bahkan menurut Linda, pakaian itu tidak melanggar permendagri. “Itu tidak melanggar aturan. Yang ada sama saya, tiap kabupaten itu ada pimpinan sendiri-sendiri. Bukan hanya di Manado, tapi sampai di pusat. Saya juga tidak harus gila terus pakai pakaian seperti apa,’’ jelas Linda. Sementara Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Drs Farid Asimin MAP saat dikonfirmasi mengaku sudah menegur. ‘’Linda itu sudah pernah ditegur, tapi dia bersikeras tidak melanggar aturan permendagri. Nanti saya cek lagi,” tegas sekkab. (mara)