IKLAN

Lagi, Jalan Samrat Rusuh, Lorong Kuhun Vs Kapal Sandar Kembali Bertikai


Pemerintah Kecamatan Wenang dan Kecamatan Sario bersama aparat TNI/Polri membuat pertemuan untuk mengamankan kedua kelompok pemuda bertikai, tadi pagi

Pemerintah Kecamatan Wenang dan Kecamatan Sario bersama aparat TNI/Polri membuat pertemuan untuk mengamankan kedua kelompok pemuda bertikai, tadi pagi

MANADO – Meski belum lama ini telah menyatakan sikap tidak lagi mengulangi perbuatan mereka di depan Pemerintah Kecamatan Wenang dan Kecamatan Sario dengan disaksikan petugas TNI/Polri. Namun entah mengapa, pagi tadi (Rabu25/2) sekitar pukul 06.15 Wita, kembali pecah pertikaian sekelompok pemuda dari lorong Kuhun (Kelurahan Titiwungen Utara Lingkungan V dan pemuda Lorong Kapal Sandar (Kelurahan Titiwungen Utara Lingkungan III.

Aksi saling serang menggunakan batu, senjata angin dan panah wayer mewarnai ruas jalan Samrat. Ruas jalan pagi buta itu aman dari arus lalu lintas kendaraan. Yang ada aktifitas kedua kelompok pemuda yangt saling serang tersebut.

Bahkan ketika aparat dari Polresta Manado dan anggota Kodim 1309 Manado tiba di lokasi kejadian, aksi saling serang tak juga berhenti. Bahkan aparat sempat diserang dengan menggunakan botol.

Tawuran kelompok pemuda Lorong Kuhun dan Lorong Kapal Sandar belum lama ini. (foto dok)

Aparat pun terpaksa memberi peringatan dengan memhuah tembakan. Sayang, salah satu kelompok pemuda justru balik menyerang aparat.

Karuan saja, aparat pun tak mau lengah. Sayangnya, sebuah tembakan melesat ke salah seorang warga lorong Kuhun, Wihel Musasela. Pria berusia sekitar 43 tahun yang berprofesi buruh bangunan itu terkena tembakan di paha kiri tembus paha kanan saat sedang duduk depan rumahnya. Saat ini korban sedang dalam perawatan di RSUP Prof Kandou Malalayang.

Sementara itu, di lokaso kejadian aparat kepolisian dan TNI masih terus berjaga-jaga jangan sampai terjadi perkelahian susulan. Kecuali itu aparat pemerintah kecamatan juga mengambil langkah-langkah representative dengan melakukan komunikasi antara kedua kelompok yang bertikai. (anto reppy)