IKLAN

Kuasa Kebangkitan Kristus Harus Memaknai Karya Hidup Manusia


http://manadoline.com/wp-content/uploads/2015/04/Gbl.-Tedius-K.-Batasina-STh.-Ketua-Umum-PP-KGPM

Gbl. Tedius Batasina,STh

BITUNG – Pemahaman dan penghargaan atas karya keselamatan Kristus lewat peristiwa Paskah, semestinya bertumbuh dan berkembang sepanjang perjalanan hidup kita bersama Dia. Momentum perayaan Paskah hendaknya menjadi indikator penting untuk mewujudkan kasih serta keberpihakkan kepada manusia dengan berbagai pergumulan yang dihadapi ditengah kompetisi kehidupan. Ini berarti kuasa kebangkitan Yesus Kristus seharusnya memaknai setiap karya hidup kita dalam pengabdian kepada Tuhan, sesama manusia, serta bangsa dan negara.

Hal ini dikatakan Ketua Umum Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM), Gbl. Tedius K. Batasina, STh., kepada manadoline.com, Sabtu (04/04). “Kebangkitan Kristus telah memberikan kepastian kepada dunia, sekaligus pembuktian bahwa hidup ini tidak akan berakhir pada kematian semata-mata tetapi justru kebangkitan Kristus memberikan kepastian baru bahwa dibalik kematian ada kehidupan baru yaitu kehidupan kekal,” kata Batasina.

Menurutnya, makna sakral yang hakiki dari Paskah harus mampu direfleksikan dalam setiap dimensi kehidupan umat manusia. Mengaktualisasikan Paskah dalam wujud komitmen memberi yang terbaik bagi Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita untuk menjadi pembawa damai, menyuarakan keadilan dan kebenaran ditengah aktifitas hidup kita.

“Dalam situasi dan kondisi apapun, gereja harus mampu menunjukkan eksistensinya menghadirkan damai sejahtera ditengah kompleksnya persoalan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Disatu sisi Gereja juga harus menyuarakan keadilan dan kebenaran berlandaskan kasih, karena kuasa kebangkitan mampu menembus setiap dimensi kehidupan manusia,” ungkapnya.

Batasina melanjutkan, Semangat paskah juga kiranya akan memaknai perjalanan bangsa Indonesia khususnya Sulawesi Utara ketika berada di tahun Pemilihan Kepala Daerah yang rencananya akan digelar serentak pada tanggal 9 Desember 2015. “Makna paskah kiranya akan menjadi tali pemerstau dari setiap perbedaan pilihan politik dalam pilkada mendatang, sehingga proses pilkada di Sulawesi Utara akan berlangsung dalam suasana yang aman dan damai untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Batasina. (jones)

 

Manado Fiesta 2017