IKLAN

Kuasa Hukum Desak Oknum Kadis Dugaan Cabul Siswa SMK Dites Kebohongan Bersama Korban


gelar-perkara-cabul

Kuasa hukum korban, Sofyan Jimmy Yosadi bersama aktivis Komda Perlindungan Anak Sulut, Jull Takaliuang diwawancarai media usai menghadiri gelar perkara di Mapolda Sulut

MANADO – Menyusul pengakuan penyidik Polda Sulut dalam gelar perkara kasus dugaan cabul oknum Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado berinisial HW terhadap siswa salah satu SMK di Manado Selasa (4/10/2016), belum cukup bukti membuat kuasa hokum korban, Sofyan Jimmy Yosadi meminta Polda Sulut melakukan tes kebohongan terhadap HW, termasuk korban sendiri, sebut saja Jingga (16) –nama disamarkan–.

“Termasuk mendesak diadakan pemeriksaan ulang dengan agenda konfrontir terhadap korban dan terlapor oknum Kadis dan kami mendorong agar ada penambahan saksi baru dan petunjuk serta dihadirkan saksi ahli psikolog forensik yang akan menguatkan sebagai salah satu alat bukti berupa surat,” tegas Vian, sapaan Yosadi.

Dalam gelar perkara tersebut kalau kasus dugaan cabul ini terus berproses untuk didalami lagi membuat disambut posiftif. “Kami sebagai pengacara korban dan keluarga berterima kasih. Juga dalam gelar perkara terus diberi ruang memberi saran, informasi, permohonan diantaranya kami bersedia demi mendukung upaya maksimal pihak penyidik menghadirkan saksi ahli,” katanya.

Menurut Vian, banyak hal lain disampaikan termasuk mengajak agar semua orang mempunyai perspektif yang sama terhadap anak yang menjadi korban untuk dilindungi sebagaimana amanat konstitusi & UU.

“Termasuk pidato Presiden RI pada  Mei 2016 bahwa kejahatan terhadap anak adalah kejahatan luar biasa yang harus dilakukan upaya penanganan yang luar biasa pula, juga terungkap dalam gelar perkara itu,” pungkas Vian. (antoreppy)

 

Manado Fiesta 2017