IKLAN

Kronologis Iptu Bryan, Perwira Polisi Terbaik Sulut yang Ditembak Teroris di Poso


image

Proses evakuasi almarhum Bryan Tatontos setelah tertembak di pegunugan Gayatri, Poso

POSO – Kontak senjata antara kelompok Teroris di Poso dan Polisi di Pegunungan Gayatri, Poso, Kamis (20/8) pagi telah memakan korban jiwa seorang perwira Iptu Bryan Tatontos. Sulung dari dua bersaudara yang adalah putra satu-satunya pasangan Kompol Lody Tatontos (Kabag Sumda Polres Talaud) dan Iptu Telly Lombontariang (Reskrimsus Polda Sulut) ternyata menjabat Kepala Sub Detasemen (Kasubden) Gegana Poso Den B Brimob Landangan.

Menurut informasi, kronologis tertembaknya mantan anggota Paskibraka pasukan delapan pengibar bendera sang Merah Putih angkatan 2008 Kota Manado itu saat dirinya memimpin dua regu Brimob untuk melakukan evakuasi mayat teroris Poso, Urwah alias Bado, di Pegunungan Gayatri, Poso.

Sebelumnya Urwah berhasil dilumpuhkan dengan barang bukti bom dan senjata api M-60. Namun, di tengah perjalanan kelompok teroris Poso pimpinan Santoso ternyata mencegat dengan memberondong tembakan ke tim Brimob yang dipimpinan Iptu Bryan. Kontak tembak pun terjadi, Iptu Bryan Tatontos yang saat itu hendak menyeberang sungai tertembak di perut.

Iptu Bryan masih sempat bertahan dengan luka tembak di perutnya. Beberapa anak buahnya sempat memopoh mencari tempat aman. Namun medan perang di pegunungan tak memungkinan hingga Iptu Bryan dilaporkan tewas kehabisan darah. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sejak kamis pagi langsung menerjunkan lebih banyak personel ke lokasi kejadian untuk melakukan pengejaran terhadap sisa teroris Poso pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang bersembunyi di Pegunungan Gayatri. (anto/lic)

 

Manado Fiesta 2017