IKLAN

Krisis Rupiah, Pakar Ekonomi Nilai Pemerintah Harus Lakukan Metode Ini


Ilustrasi

Ilustrasi

MANADO-Krisis rupiah, perlu cara menggerakkan ekonomi dengan membangun industri dan perusahaan kelas dunia di Indonesia.”tutur pakar ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado Dr Barens Joubert Maramis, Selasa (25/8).

Hal ini terkait pernyataan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebutkan nilai tukar rupiah masuk angka terburuk Rp 14.000 per USD, kondisi perekonomian tidak menentu, pemerintah akan berupaya menahan melalui APBN dan APBD dalam RAPBN 2016,”ungkap Bambang, Senin (24/8).

Maramis menambahkan tiga cara menggerakkan ekonomi yaitu investasi private domestik, foreign direct investment atau investasi langsung swasta luar negeri (FDI), government spending.”Hasil penelitian dunia menunjukkan bahwa FDI yang paling besar dan cepat menggerakkan perekonomian suatu negara,”terang Maramis.

“Seharusnya Menteri Ekonomi menekan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk lebih mengefisienkan dana ke pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian timur untuk produk eksport,”tegasnya.

Kementerian Keuangan harus menekan untuk mengeluarkan paket insentif lebih mudah dan besar untuk FDI dan investasi baru swasta domestik.”Jangan cuma bicara APBD yang hampir 80 persen untuk belanja aparatur,”kunci Maramis. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017