IKLAN

KPUM Dinilai Tak Siap, Suksesi BEM Unsrat Banyak Pelanggaran


unsratMANADO – Pesta demokrasi mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado yang telah dilaksanakan pada 29 Maret 2016 dinilai memiliki banyak pelanggaran.

Pelanggaran – pelanggaran tersebut justru dilakukan oleh Pihak Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sebagai pihak penyelenggara.

Menurut Sandro, KPUM telah melakukan pelanggaran – pelanggaran yang bersifat mendasar dan tidak bisa ditolerir.

“Beberapa pelanggaran yang bersifat esensi, dua diantaranya adalah waktu pelaksanaan pemungutan suara dimulai pada pukul 11.00 Wita hampir diseluruh fakultas yang ada, padahal pemungutan suara seharusnya dimulai pada 7.30 Wita sesuai petunjuk teknis (Juknis) yang dipakai KPUM sebagai pedoman pelaksanaan pesta demokrasi. Selanjutnya  banyak ditemukan kotak suara yang tidak tersegel. Ini jelas terindikasi ada ‘permainan’ oleh KPUM,” kata Sandro Sonambela, Mahasiswa yang penah menjabat sebagai Komisioner KPUM UNSRAT.

Begitu masifnya pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan KPUM mengundang pertanyaan tentang kesiapan pelaksanaan pemilihan Ketua/Wakil Ketua BEM UNSRAT.

Ditambahkan Carol Alexander, ketidaksiapan pelaksanaan Pesta Demokrasi Unsrat ini menjadi pembelajaran demokrasi yang kurang baik.

“Saya menilai apabila pelanggaran – pelanggaran seperti ini benar terjadi maka KPUM harus diperiksa terlebih dahulu oleh Pansus yang nantinya dibentuk Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (MPM UNSRAT) terkait pelaksanaan tahapan dan penggunaan anggaran. Karena menurut KEPMEN 155 Tahun 1998 tentang Organisasi Kemahasiswaan, Indonesia menggunakan prinsip ‘dari, oleh dan untuk’ mahasiswa terkait pelaksanaan Organisasi Kemahasiswaan” Tukas Demisioner Ketua BEM FH Unsrat. (redaksi)

 

Manado Fiesta 2017