IKLAN

KPU Harus Gentle Undang 4 Paslon, GSVL-MOR: Sejak Awal Kami Minta Nomor 2 Diikutsertakan


Paslon nomor urut 3, GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan bersama Tim Sukses, pendukung dan jajaran Partai Demokrat saat menggelar jumpa pers, Kamis sore  pasca KPU menunda Pilkada Manado

Paslon nomor urut 3, GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan bersama Tim Sukses, pendukung dan jajaran Partai Demokrat saat menggelar jumpa pers, Kamis sore pasca KPU menunda Pilkada Manado

MANADO – Bagi Calon Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut yang berpasangan dengan Mor Bastiaan, Pilkada serentak 9 Desember kemarin di Sulut merupakan peristiwa besar bagi KPU yang menunda Pilwako khusus Kota Manado.

Pasalnya, keputusan penundaan yang dilakukan penyelenggara pemilu itu tanpa ada pemberitahuan secara resmi kepada 3 paslon tiba-tiba sudah ramai di medsos.

“Ini yang membuat kami prihatin dan menyesal kondisi Pilkada 9 Desember, khususnya Manado,” ujar calon Wali Kota incumbent kepada media saat jumpa pers di kediaman Mor Bastiaan di kawasan Mapanget, Kamis sore.

Alasan GSVL-MOR tidak terima penundaan Pilkada Manado karena mereka juga menerima desakan dari pendukungnya, termasuk tim sukses.

Sekadar diketahui, KPU tiba-tiba menunda Pilkada Manado menyusul turunnya keputusan PTUN Makassar terkait gugatan Paslon nomor urut 2, Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud yang diusung Partai Golkar, PAN dan PPP.

Menanggapi itu, GSVL menegaskan, sejak awal dirinya berharap agar paslon nomor urut 2 itu diakomodir menjadi peserta Pilkada. “Saya kan sudah bilang sejak awal, lebih baik diikutsertakan, apalagi sudah kampanye, sudah keluarkan cost politik, pendukung mereka juga sudah banyak berkorban,” kata Ketua Demokrat Sulut ini.

Untuk itu, kali ini, GSVL-MOR kembali mendesak KPU mengakomodir pasangan Imba-Boby. “Ini sikap kami. Ini kami lakukan demi menjaga keutuhan Kota Manado. Keamanan dan ketertiban yang paling utama bagi kami,” ujarnya.

Untuk merealisasikan keikutsertaan paslon nomor urut 2, GSVL mendesak KPU memanggil keempat paslon untuk membuat kesepakatan bersama secara resmi kapan secepatnya digelar Pilkada Manado.

“Kesepakatan ini nantinya akan menjadi pijakan kita bersama menggelar Pilkada. Saya rasa masyarakat Kota Manado yang cinta kedamaian akan setuju ini,” katanya.

Sebab kata GSVL, pelaksanaan Pilkada Manado ini juga untuk masyarakat, bukan untuk sekelompok orang. Dan Kota Manado perlu mendapat kepemimpinan yang dipilih masyarakat, yang dilegitimasi masyarakat dalam Pilkada.

“Jadi kami berharap secepatnya digelar ini karena sudah puluhan miliar uang rakyat terkuras membiayai Pilkada untuk mendapatkan pemimpin yang dilegitimasi masyarakat,” ujar GSVL.

Alasan GSVL-MOR jangan terlalu lama menunda, karena anggaran Pilkada berjalan terus. “KPU jangan berlarut-larut karena juga akan berdampak tidak baik, apalagi ini menjelang Natal,” tukas GSVL. (antoreppy)