IKLAN

KPU Boltim Surati Pimpinan PDI-P dan PKB Soal PAW Alhabsyi dan Jemi


Ketua KPU Boltim Hendra Damopolii (paling kiri). (foto dok)

Ketua KPU Boltim Hendra Damopolii (paling kiri). (foto dok)

BOLTIM – Tak terpengaruhi dengan kritikan dari kubu PDI-P, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boltim justru melakukan tahapan terkait rencana pergantian antar waktu (PAW) dua anggota DPRD setempat yakni Sofyan Alhabsyi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Jemi Elieser Tine dari PDIP. Surat yang dilayangkan itu menindaklanjuti surat dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut terkait dua anggota dewan yang dinilai tidak layak duduk sebagai anggota Dekab periode 2014-2019. Ketua KPU Hendra Damopolii mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat internal. Dan setelah itu melayangkan surat ke DPRD terkait rencana PAW berdasarkan surat dari bawaslu. “Surat sudah kita layangkan ke PKB dan PDI-P untuk meminta usulan nama. Karena pemilik kursi itu partai bukan KPU,” sebut Hendra, Selasa (24/2). Masih menurutnya, saat ini KPU Boltim tinggal menunggu balasan surat dari dua pimpinan partai politik (parpol) yang bersangkutan. Setelah sudah dibalas, tentu KPU menyiapkan pengganti Sofyan dan Jemi Tine. “Tentu yang siap akan mengganti, adalah pemilik suara terbanyak kedua. Itu sesuai dengan aturan yang ada,” tambah Hendra. Sekadar diketahui politisi Sofyan Alhabsyi dan Jemi Tine akan di-PAW berdasarkan surat yang dilayangkan bawaslu karena terkait kasus meterai palsu. Keduanya melanggar pasal 13 huruf (B-) UU RI Nomor 13 tahun 1985 jo pasal 257 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan UU Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHP. Keduanya terbukti bersalah secara bersama-sama mengedarkan meterai palsu. Sementara putusan itu dikuatkan dengan adanya putusan inchra (berkekuatan hukum tetap) yang dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu tertanggal 17 April 2014. (mara)

 

Manado Fiesta 2017