IKLAN

KPK: Jangan Pilih Calon Kepala Daerah ‘Keserempet’ Kasus Korupsi


20150610_103422MANADO-Alfi Rachman Waluyo Fungsional Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Kedeputihan Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menyatakan, jangan pilih calon Kepala Daerah yang keserempet kasus korupsi.

Penegasan ini disampaikan Waluyo ketika melakukan MoU dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut untuk pilkada yang berintegritas.

Masih menurut Waluyo bersama Anisa Nurlitasari bahwa KPK mempunyai mimpi agar dalam pemilihan kepala daerah baik itu gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil walikota yang bersih dari korupsi, berkualitas dan berintegritas. Sehingga menghasilkan pembangunan baik untuk kesejahtraan masyarakat.

"Untuk itulah kami melakukan kerjasama dengan KPU agar mimpi ini bisa terwujud," papar Waluyo, sambil mengakui untuk Pilkada ini mereka akan melakukan pengawasan ketat kepada calon kepala daerah incaumbent.

" Ada tiga hal yang sangat kami harapkan untuk Pilkada yaitu Penyelenggara yang berintegritas, calon berintegritas dan pemilih berintegritas. Sehingga menghasilkan kepala daerah yang berkualitas," jelas Waluyo.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Sulut, Yessy Momongan mengakui dengan dilakukannya MoU bersama KPK bisa memperkuat KPU se-Sulut agar dalam penyelenggaraan Pemilu ini tetap taat pada aturan dan menghasilkan pemilu yang berintegritas. "KPU dan KPK akan bergandengan tangan agar menghasilkan pemilu yang berintegritas," tukas Momongan.(mom)