IKLAN

Korupsi DAK Bidang Pendidikan Minut, 3 PNS Ini Divonis 1 Tahun Penjara


DSC_5498

Ketiga Terdakwa Antonius Rodricus Lumi, Wilhelmia Dimpudus dan Katerina Saroinsong Rompies saat sedang mendengarkan putusan dari Majelis Hakim. (foto ist)

MANADO РSidang putusan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Minahasa Utara akhirnya digelar setelah sempat tertunda pada Selasa (12/1) di Pengadilan Negeri Manado. Ketua Majelis Hakim Veralinda Lihawa memvonis Antonius Rodricus Lumi, Wilhelmia Dimpudus dan Katerina Saroinsong Rompies dengan  hukuman masing-masing 1 tahun penjara dengan pidana denda sebesar Rp. 50 juta.

Sedangkan uang pengganti, untuk terpidana Antonius diharuskan membayar kerugian negara sebesar Rp121 juta lebih, untuk terpidana Katerina Rp123 juta lebih dan untuk Wilhelmia Rp6 juta.

Penjatuhan vonis tersebut berdasarkan pasal Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Ketika pembacaan putusan itu, para terdakwa berdiri dan hanya menatap majelis hakim. Setelah selesai membaca vonis, hakim bertanya kepada para terdakwa tapi mereka menyerahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum. “Kami tim penasihat hukum terdakwa memutuskan untuk pikir-pikir” kata Stevie Dacosta, SH. Hal senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum Subhandi SH. “Kami masih akan mempelajari dulu hasil putusan Majelis Hakim, setelah itu kalau ada kemungkinan untuk banding ya kami akan banding. Sementara, masih pikir-pikir” ujar Subhandi.

Perlu diketahui, para terdakwa adalah pejabat pegawai negeri sipil di Minahasa Utara. Drs Antonois Rodricus Lumi selaku Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Minahasa Utara, pada April 2007 diduga telah melakukan korupsi bersama terdakwa Dr Katerina Saroinsong Rompies selaku ketua tim teknis DAK Kabupaten Minahasa Utara tahun 2007, dan terdakwa Wilhelmia Dimpudus yang bertindak sebagai wakil ketua tim teknis. Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Nasional Minahasa Utara pada tanggal 18 mei 2007, saat pihak Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Minahasa Utara melakukan Sosialisasi Pengelolaan DAK bidang pendidikan tahun anggaran 2007 untuk 89 Sekolah Dasar (SD) calon penerima bantuan.

Kala itu, Antonius Rodricus selaku Kepala Dinas Pendidikan Minut menyampaikan bahwa pada pelaksanaan rehabilitasi gedung sekolah dari ruang kelas dan lain-lain termasuk rumah dinas, dilaksanakan secara swakelola oleh masing-masing sekolah penerima DAK.

Pada pelaksanaanya, para terdakwa telah memfasilitasi pengadaan sarana pendidikan dan total dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan semua itu sebesar Rp10,7 miliar lebih. Tapi hasil audit dari BPK, menyatakan ditemukan adanya penyimpangan yang dilakukan ketiganya hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp762.448.000. Atas penyimpangan tersebut, Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa ketiganya dengan penjara 1,6 tahun penjara. (ekaputra)