IKLAN

Kontraktor Minta Pemeriksaan BPK-RI Saat Pekerjaan 100%


Kontraktor saa melakukan penandatangan Kontrak Proyek Terbuka di Dinas PU Kota Bitung beberapa waktu lalu

Kontraktor saa melakukan penandatangan Kontrak Proyek Terbuka di Dinas PU Kota Bitung beberapa waktu lalu

BITUNG-Pemeriksaan BPK-RI yang selalu melakukan pemeriksaan pekerjaan setelah pekerjaan sudah diterima 100 persen sekian lama. Pekerjaan sudah selesai setahun dengan hasil yang baik, namun ketika diperiksa BPK-RI masih ada kekurangan, padahal masa pemeliharaan sudah selesai, kondisi ini sangat memberatkan Kontraktor.

“Ditambah lagi kami menerima rekomendasi harus membayar Tuntutan Ganti Rugi (TGR-red), kami berharap BPK memeriksa pekerjaan kami pada saat sudah memasuki proses penyelesaian 100 persen, atau paling tidak pada saat diterima pekerjaan 100 persen sehingga kami mengetahui kekurangan untuk kami lengkapi,” ungkap Direktur CV Karya Sejati Tonny Sampouw, dalam diskusi terbatas Kontraktor dengan Garda Tipidkor Sulut bertajuk ‘Membangun Tanpa Korupsi’, Sabtu (23/1), bertempat di River Side Café And Resto, manembo-nembo.

Sementara itu, Direktur CV Karya Sejati Jeff Sumanti, menyoroti kurangnya sosialisasi BPJS tentang perlindungan asuransi tenaga kerja. Sedangkan Wenny Lambey  Direktur CV Enola, menyindir pungutan pajak Galian C, yang seharusnya ada kejelasan dari aturan yang ada, sehingga pungutan ini tidak terkesan double pembayaran.

Pertemuan yang digagas para pengusaha jasa dan konstruksi Kota Bitung, Herdy Senduk (CV Berkat Sentosa), Jeff Sumanti (CV Mispah Sejahtera), dan Wenny Lambey (CV Enola), selain menyatukan persepsi, juga untuk melakukan pengawasan dari LSM dalam hal in i Garda Tipidkor Sulut.

“Para kontraktor selain membahas kendala dilapangan, juga ingin menyatukan persepsi terkait pekerjaan konstruksi tanpa KKN, pengawasan pihak masyarakat dan LSM yang saat ini fokus terhadap pemberantasan korupsi, karena itu kami memilih Garda Tipidkor Sulut dalam diskusi ini,” ujar Senduk. (jones)