IKLAN

Komoditas Unggulan Dongkrak Ekspor Sulut


Ilustrasi

Ilustrasi

MANADO-Komoditas unggulan bisa mendongkrak ekspor Sulut, diantaranya produk lemak, minyak hewan atau nabati. Data BPS (Badan Pusat Statistik) Sulut, hasil produk tersebut sebesar 64,63 persen dari total nilai ekspor.

Pakar Ekonomi Dr Barens Joubert Maramis mengungkapkan produk perikanan khususnya supply ikan di Bitung banyak dipengaruhi oleh kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Supply meningkat, komoditas turunan kelapa juga meningkat namun perbandingan year on year (yoy) per Juni 2014, mengalami penurunan sebesar USD136,89 juta menjadi USD105.27 juta per juni 2015,”katanya, Kamis (13/8).

Maramis menambahkan ketergantungan struktur industri Sulut berbasis agro-marine sangat kuat, karena bersifat follower atas harga dan spesifikasi pasar, diversifikasi produk turunan ekspor masih sedikit,”ungkapanya.

Ekspor kebanyakan bahan baku atau semi bahan baku pada layer 1 atau 2  pohon produk industri kelapa dan ikan. Ini membuat nilai ekspor terkadang naik turun secara nasional,”terang Maramis.

Mutu dan variasi produk ekspor bisa ditingkatkan agar total nilai tidak tergantung pada komoditas utama.”Jika peningkatan itu tercapai, 10 tahun dari sekarang KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di Bitung dan kawasan industri penunjang akan bangkit di Sulut,”tutur Maramis.

Banyak potensi pasar misalnya produk ikan, kelapa, cengkeh diekspor ke USA, Australia, Eropa, Asia Pasifik dan Timur Tengah, tentu ada prospek besar untuk mendongkrak secara fundamental baik volume, nilai, variasi produk unggulan daerah,”pungkasnya. (srikandipangemanan)