IKLAN

Kasus Tanah Kampung Bobo

KOMISI A, Pertemukan Warga, Hanny Wala dan Pihak BPN


Kasus Tanah Kampung Bobo

Pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Kota Manado.

Pimpinan dan anggota Komisi A DPRD Kota Manado.

MANADO – Dengar pendapatan antara warga kampung Bobo dengan pemilik lahan Hanny Wala, digelar Komisi A DPRD Kota Manado, di ruang paripurna. Pertemuan yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polresta Manado ini, terkait persoalan tanah antara warga kelurahan Bitung Karang Ria dan Maasing (Kampung bobo), dengan pihak yang mengklim pemilik lahan Hanny Wala.
Dengar pendatapa yang dipimpin oleh Ketua Komisi A Royke Anter, membuka ruang kepada semua pihak yang terundang untuk menyampaikan pendapat terkati masalah lahan yang merebak sejak tahun 2004 itu.
Rusli Umar, perwakilan warga menjelaskan bahwa diduga telah terjadi kesalahan pengelolaan administrasi yang dilakukan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Manado atas tanah yang menjadi sengketa itu.
“Ada persoalan administrasi disini yang membuat banyak pihak dirugikan. BPN harusnya mampu menjelaskan persoalan tanah, sertifikat dan aturan yang sah,” ujar Umar.

Warga kampung Bobo, pihak Hanny Wala, BPN, Pemkot Manado ikut hadir dalam dengar pendapat.

Warga kampung Bobo, pihak Hanny Wala, BPN, Pemkot Manado ikut hadir dalam dengar pendapat.

Hanny Walah yang hadir dalam pertemuan tersebut, memberikan keterangan tentang kronologis status tanah tersebut. Dijelaskankannya, persoalan mengenai ganti rugi yang telah diberikan kepada masyarakat sejak beberapa tahun sebelumnya.
“Saat ini kami juga menyediakan tanah untuk para masyarakat untuk pindah. Ini diberikan cuma-cuma dan menjadi hak milik warga,” Jelas Wala.
Perwakilan BPN Kota Manado ikuti mengakui jika pihaknya belum bisa mengambil keputusan terkait hal tersebut. Mereka mengatakan siap untuk melakukan kajian ulang terkait penerbitan sertifikat terhadap Hanny Wala tersebut.
BPN mengatakan jika persoalan tersebut akan berlanjut hingga ke jalur hukum, maka keputusan akhirnya harus dibuktikan lewat putusan tertinggi.
“Kami siap-siap saja. Argumen kami ada nantinya. Tapi untuk sekarang kami akan mempelajari kasus ini,” kata perwakilan BPN.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut, seluruh personil Komisi A DPRD Kota Manado yakni Ketua Royke Anter, Wakil Ketua Robert Tambuwun, Sekretaris Hengky Kawalo dan anggota Syarifuddin Saafa, Michael Kalonio, Roy Maramis, Bambang Hermawan, Mona Kloer, Arthur Paath hadir dalam rapat tersebut. (christian).