IKLAN

Komisi A DPRD Manado Cuek Soal Penutupan Indomaret Alfamart


Anggota DPRD Kota Manado, Bambang Hermawan.

Anggota DPRD Kota Manado, Bambang Hermawan.

MANADO – Meski sudah ditegaskan Walikota Manado GS. Vicky Lumentut dalam rapat paripurna penetapan Peraturan Daerah (Perda) Perubahan APBD tahun 2015 pada beberapa pecan lalu, terkait penertiban sejumlah gerai indomaret dan alfamart yang tidak memiliki ijin, para wakil rakyat yang duduk di Komisi A DPRD Kota Manado seakan tidak menanggapi hal tersebut.

“Tidak benar kami tidak menanggapi hal tersebut. Perlu kami tegaskan bahwa, tindak lanjut dari permintaan Walikota terkait penertiban indomaret dan alfamart yang tidak memiliki ijin adalah instansi terkait seperti Disperindag dan BP2T,” kata Bambang Hermawan, anggota Komisi A DPRD Kota Manado, kepada wartawan manadoline.com.

Bambang menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap instansi terkait apa mereka sudah bekerja dan menerapkan aturan terkait perijinan minimarket khususnya indomaret dan alfamart di Kota Manado.

“Ingat konsekwensi dari hadirnya indomaret dan alfamart yang berekspansi tanpa henti di Kota Manado adalah para pemilik usaha kecil sekelas warung. Pembuktiannya ada, ada yang mengeluh kepada saya bahwa pendapatan mereka setelah indomaret dan alfamart buka, ini dikarenakan letak gerai mereka berdekatan dengan warung kecil,” tegas Bambang yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Manado.

Seperti diketahui, sejumlah gerai indomaret dan alfamart yang diduga tidak mengantongi Ijin Usaha Toko Modern (IUTM) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) RI, Nomor : 70/M-DAG/PER/12/2013 Tentang Pedoman Penatan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; masih tetap beroperasi dan instansi terkait seperti Disperindag dan BP2T Kota Manado diam. (christian)