IKLAN

Kisah Sedih Warga Korban Pengusuran di Kelurahan Taas


Warga Kelurahan Taas, saat mengadu ke DPRD Kota Manado. (foto: ist)

Warga Kelurahan Taas, saat mengadu ke DPRD Kota Manado. (foto: ist)

MANADO – Pasca penggusuran 13 rumah warga di Lingkungan 5 Kelurahan Taas Kecamatan Tikala, nasib warga kini sangat memprihatinkan. Pasalnya, eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Manado tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga membuat warga tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga.

“Kami tidak tahu kalau akan ada eksekusi, sehingga kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga milik kami,” kata Ibu Syul Siwu dan Bapak Noldy Pelengkahu, kepada wartawan di gedung DPRD Kota Manado, Rabu (27/01).

Menurut keduanya, akibat eksekusi yang mendadak tersebut mereka tidak tahu harus makan, tinggal dan tidur dimana. “Anak-anak kami saat tidak bisa sekolah, lantaran seragam dan peralatan sekolah ikut digusur bersama dengan rumah kami. Semuanya sudah tidak ada lagi,” ungkap keduanya dengan raut wajah sedih.

Mereka berharap kondisi kehidupan warga yang menjadi korban pengusuran mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Manado.

“Kami berharap kalau bisa pemerintah meminjamkan kami tenda supaya kami bisa tinggal dan sedikit bantu kami dan anak-anak kami untuk makan,” ujar mereka. (christian)