IKLAN

Khawatir Tak Laku, Mindset Perajin Diuji


MANADO- Perajin secara turun-temurun mengikuti selera pasar. Contohnya, peminat batu akik dan kerajinan tangan ciri khas Sulawesi Utara (Sulut) misalanya kelapa dan turunannya mulai bersaing.

Sektor industri kreatif, bahan dasar kelapa dan turunannya, (Foto:Kandi/manadoline)

Sektor industri kreatif, bahan dasar kelapa dan turunannya, (Foto:Kandi/manadoline)

Pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado Dr Barens Joubert Maramis mengatakan batok kelapa bersifat perhiasan atau alat alat rumah tangga atau kantor bukan perhiasan tubuh. Sifatnya lain dengan batu akik.

“Kalau di pasarkan didalam negeri, produk ini harus diposisikan sebagai produk berkelas karena banyak daerah punya pohon kelapa dan pasti dianggap sebelah mata,”tuturnya, Kamis (10/9).

“Saya kira orientasi pasar batok kelapa paling tepat adalah di eksport ke Eropa, Amerika, Jepang juga negara- negara maju lainnya, mereka suka produk alami, unik dan berkelas serta mahal, asalkan dikembangkan produk-produk baru unik dan eksklusif, ini membutuhkan jiwa seni tinggi,”terang Maramis.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekarnasda) Dietje Sarundajang Tumbuan mengungkapkan pengrajin batu akik banyak dan bukan secara kebetulan.”Tidak mengatakan hasil kerajinan temporer tetapi ada sepanjang masa,”kata ibu Gubernur Sulut tersebut, Kamis (10/9).

“Bagaimana hasilnya itu boleh diminati masyarakat, makanya perajin harus¬†bekerja sama agar produk yang dihasilkan laku di pasaran sehingga produksi tidak terhenti begitu saja,”pungkasnya. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017