IKLAN

Ketua DPRD Kota Bitung Menyesalkan Sikap Wenas yang Dinilai Tidak Merakyat


Laurensius Supit

Laurensius Supit

BITUNG-Ketua DPRD Kota Bitung, Laurensius Supit, sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh salah satu personil Komis A, Alexander Wenas, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) para wakil rakyat dengan pihak SD Negeri Inpres 10/73, yang di gelar di Kantor DPRD, Rabu (7/10). Apalagi RDP tersebut menyangkut dunia pendidikan, dimana proses belajar mengajar harus terhenti karena hak para guru honorer belum diterima dan terindikasi sengaja ditahan.

“Wakil rakyat harus mampu mengakomodir semua permasalahn yang ada di Kota Bitung dengan arif dan bijaksana, apa yang dilakukan oleh Alexander Wenas salah satu anggota DPRD Kota Bitung saat RDP adalah sikap yang keliru dan terkesan tidak merakyat, apalagi didepan masyarakat. Ketika menjadi Anggota DPRD yang diwakili adalah kepentingan semua masyarakat Kota Bitung, bukan hanya masyarakat yang ada di Dapilnya, terus terang saya sangat menyesalkan sikap wakil rakyat tersebut,” jelas Supit, Kamis (8/10).

RDP Komisi A DPRD Kota Bitung dengan pihak SD Negeri Inpres 10/73, Rabu (7/10), dua anggota Komisi A DPRD Kota Bitung, Alexander Wenas dan Franky Julianto terlibat adu argumen menanggapi aduan guru honorer SD Negeri Impres 10/73 terkait hak yang belum dibayar kepala sekolah selama tiga bulan.

Adu argumen bermula ketika Julianto meminta agar pangkal persoalan seperti pencairan dana BOS di SD Negeri Impres 10/73 dikupas mengingat gaji para guru honorer besumber dari danatersebut agar supay DPRD bisa tahu apakah BOS di sekolah tersebut bersmasalah atau tidak . Didepan Kepala Sekolah SD Negeri Impres 10/73, Meylinda Salindeho dan perwakilan Dikpora Pemkot Bitung yang membidangi BOS, yang hadir dalam RDP, Wenas menolak mentah-mentah usulan Julianto.

Wenas yang memimpin hearing menilai usulan itu tak masuk dalam agenda hearing. Ketika Julianto meminta ijin untuk bicara, Wenas tak menanggapi dan mengacuhkan permintaan tersebut, akibatnya, adu argumen tak terhindarkan. Bahkan Wenas menilai permintaan Julianto dalam hearing itu sangat politis dan terkesan berupaya untuk menekan kepala sekolah SD Negeri Impres 10/73 yang saat ini satu kubu dengan Wenas mendukung salah satu pasangan calon. (jones)