IKLAN

Kenangan Almarhum AKP Bryan Tatontos Semasa Hidup di Mata Teman-Teman Paskibraka Manado 2008


MANADO – Korps Polri memberikan penghargaan kenaikan pangkat lebih tinggi dari Inspektur Satu (Iptu) menjadi Ajun Komisaris Polisi (AKP) kepada almarhum Bryan Theopani Tatontos yang tewas dalam kontak senjata dengan kelompok teroris Poso pimpinan Santoso alias Abu Wardah di pegunungan Langka Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir, Sulteng, Kamis (20/8)

image

Almarhum Bryan Tatontos foto bersama orang tuanya Kompol Lody Tatontos dan Kompol Telly Lombontariang dan adiknya ketika lulus pendidikan Akpol Semarang

Almarhum AKP Anumerta Bryan Tatontos dinilai gugur dalam tugas membela NKRI sebagai aparat kepolisian. Meski begitu, banyak kenangan yang tak bisa dilupakan teman-teman almarhum, terutama teman-teman sesama pasukan Paskibraka Kota Manado angkatan 2008. Almarhum masuk 10 besar terbaik dari SMA 9 Binsus Manado saat selekasi Paskibraka 7 tahun silam. Bahkan, putra sulung dari dua bersaudara pasangan Kompol Lody Tatontos (Kabag Sumda Polres Talaud) dan Kompol Telly Lombontariang (anggota Direskrimsus Polda Sulut) ini masuk pasukan 8 pengibar bendera Merah Putih pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2008.

image

Almarhum Bryan Tatontos ketika menjadi pasukan delapan pengibar bendera Paskibraka Kota Manado tahun 2008

Tak heran jika banyak teman-teman Paskibraka tak percaya kepergian almarhum yang menjabat Kasubden Gegana Poso Den Brimob Landangan begitu cepat. “Kita masih nda percaya. Pe cepat skali ngna pergi,” ujar Feybi Theresia Lumandung, teman cewek almarhum sesama anggota Paskibraka angkatan 2008.

Menurut perempuan cantik kulit putih mulus ini, ada satu hal yang selalu diingat dan tak bisa dilupakan kebaikkan almarhum ketika seleksi Capas (Calon Paskibraka) 7 tahun silam. Almarhum selalu memberikan air mineral aqua kepada dirinya dan teman-teman cewek lain kendati dirinya dalam kondisi haus saat latihan.

“Yen (panggilan almarhum), ngana pe bae-bae skali. Kiapa pe cepat bagini ngana pigi. Ngana bilang mo baku dapa torang 08 (pasukan delapan paskibraka) kalo ngana pulang. Torang belum sempat bakudapa. Yen, nanti torang bakudapa di Yerusalem baru, ngana so senang disana. Selamat jalan Ayen, Tuhan Yesus memberkati,” kata Feybi yang pernah meraih Putri Bitung 2011 lalu sambil mengenang almarhum semasa hidup.

“Yen, so nda ada lagi ngana pe baku-baku sedu rupa ade-ade. So nda ada lagi ngana pegang-pegang telinga rupa anak kecil. Sekarang ngana lebe tau dari torang apa itu pengabdian dan beratnya tugas. Kembalilah ke rumah Bapa di sorga, Tuhan Yesus memberkati,” timpal George Sakul, rekan almarhum sesama Korps Brimob.

Ai Firman Mustika, pelatih saat seleksi Paskibraka 2008 lalu pun masih teringat sosok almarhum. “Almarhum pribadi yang pintar bergaul dan anggota Paskibraka terbaik angkatan 2008. Setiap natalan almarhum pulang Manado dan bertemu kami teman-teman purna paskibraka,” aku Ai yang kini berprofesi seorang pengacara.

Begitu juga yang dirasakan Ketua Purna Paskibraka Indonesia Kota Manado, Geril Besauw. Dia mengaku kehilangan teman sekaligus adik purna paskibraka. “Almarhum figur terbaik Purna Paskibraka. Kami merasa kehilangan. Gugurnya almarhum benar-benar pengabdiannya totalitas didedikasikan untuk bangsa sampai akhir hayat hidupnya membela negara,” kata adik mantan Putri Indonesia, Christy Besauw kepada wartawan www.manadoline.com. “Keteladan almarhum jadi insiprasi kami teman-temab Purna Paskibraka. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya,” sambung, Daniel Andre, Purna Paskibraka angkatan 2003. (antoreppy)