IKLAN

Kemendag: Krisis Pasokan Gula Pasir di Sulut Hingga Juni


image

Sekjen Kemendag, Sri Agustina dan Ketua Umum Inkopkar, Brigjen TNI Felix Hutabarat di tengah-tengan warga saat Operasi Pasar di Pasar Calaca, Jumat (20/5) pagi tadi

MANADO – Indonesia menjelang perayaan lebaran disambut krisisi pasokan gula pasir, termasuk di Sulut. Data Kementerian Perdagangan (Kemendag), kebutuhan gula pasir rata-rata di Indonesia dalam sebulan mencapai 220 ribu ton. Saat ini pemerintah bekerja sama dengan BUMN, dibantu unit-unit koperasi di daerah menggelar Operasi Pasar (OP) dengan stok yang ada di tangan produsen sekitar 232 ribu ton.

Di Sulut sendiri, Pemerintah bekerjasama dengan Induk Koperasi Kartika (Inkopkar) menggelar OP. “Jadi bukan defisit tapi pasokan gula pasirnya yang kurang. Stok yang ada di seluruh produsen hanya sekitar 232 ribu ton sementara kebutuhan gula dalam sebulan 220 ribu ton,” jelas Sekjen Kemendag, Sri Agustina di sela-sela OP di Pasar Bersehati, Calaca Kota Manado, Jumat (20/5) pagi tadi.

OP ini digelar menurut Sri, sambil menunggu hasil panen petani gula di awal Juni nanti. Untuk memenuhi kebutuhan gula pasir dalam rentan waktu tersebut, pemerintah dan BUMN sudah bekerja sama dengan sejumlan produsen importir pengelola gula  menjadi gula kristal.

“Stok gula inilah yang akan menambah pasokan untuk memenuhi kesejangan waktu saat ini sambil menunggu hasil panen petani awal Juni nanti. Gulanya aman, memenuhi standar nasional Indonesia, nsi yah,” jelas Sri.

Ini dilakukan pemerintah dengan upaya membantu konsumen agar bisa menikmati puasa dan lebaran dengan harga gula murah. “Operasi pasar ini dilakukan sampai H-10 lebaran sambil menunggu gula hasil panen petani masuk di pasaran,” pungkas Sri yang juga menjabat Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. (antoreppy)