IKLAN

Kawatu: Pelanggaran HAM di Sulut Masih Terabaikan


MANADO-Hak Asasi Manusia (HAM) di Sulawesi Utara (Sulut) jangan disepelekan. Justru hal tersebut terabaikan pada masalah-masalah kecil yang tanpa disadari.

Kepala Biro Hukum Pemprov Sulut Glady Kawatu, SH MSi

Kepala Biro Hukum Pemprov Sulut Glady Kawatu, SH MSi

Seperti kekerasan pada perempuan dan anak, hak menerima pendidikan, hak pegawai dan guru, interverensi politik rakyat.

Hal ini dikatakan Kepala Biro Hukum Pemperintah Provinsi (Pemprov) Sulut Glady N.L. Kawatu SH, M.Si di ruang kerjanya, Rabu (16/3).

Menurut Kawatu banyak pihak termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) masih kurang memprioritaskan bagimana memajukan, menegakkan, dan melindungi HAM.

“Biasanya kita lebih terfokus pada masalah HAM yang sifatnya besar misalnya pembakaran tempat ibadah, padahal yang kecil-kecil di lingkungan sekitar sering terjadi,”ungkap Kawatu.

Contohnya, hal kecil yang terjadi di rumah sendiri dengan membatasi anak-anak menempuh pendidikan, di lingkungan sekolah guru-guru memberikan sanksi tidak sesuai kepada siswa, tidak memberi hak-hak pegawai yang kerja lembur, itu bagian pelanggaran HAM,”kata Kawatu.

ASN perlu memberikan perhatian termasuk para kepala sekolah, Kabag hukum Kabupaten/Kota, Kasubag hukum SKPD lingkup Pemprov. Buktinya dengan lakukan Sosialisasi Edukasi dan Pelatihan dibidang penegakan Hak Asasi Manusia Provinsi, Rabu (16/3) di Ruang WOC kantor Gubernur.

Kawatu menambahkan pentingnya penegakkan dan pengetahuan tentang HAM, berujung pada berkurangnya jumlah pelanggar HAM di Sulut misalnya hal melanjutkan pendidikan, hak perempuan hak terhadap anak,”pungkasnya. (srikandipangemanan)