IKLAN

WARGA TETAP WASPADA

Kasus DBD Awal 2016, Ternyata Januari 2015 Lebih Banyak


WARGA TETAP WASPADA

MANADO-Demam Berdarah Dengue (DBD) jadi keprihatinan beberapa pihak peduli kesehatan masyarakat.

Ilustrasi

Ilustrasi

Lulusan Analisis Kesehatan Poloteknik Kesehatan Manado Solafide Karundeng, Amd.AK mengatakan virus DBD disebarkan nyamuk Aedes Aegypti.

Kesadaran warga akan kesehatan khususnya penyakit DBD harus diketahui.

“Intinya, untuk mengatasi terkena DBD perlu melakukan abatesasi, foging dan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat,”jelas Karundeng.

Senada dengan itu, dr Mustika Lombogia menuturkan kepada Manadoline Selasa (9/2), justru banyak didapati dan kurang terexpose warga yang kena DBD di Pedesaan/ Kecamatan.

Contohnya, puskesmas disalah satu Kecamatan di Minahasa Selatan (Minsel) terdata selama 2015 terdapat puluhan DBD dan parahnya terkena Dengue Syok Sindrom (DSS) 2 orang.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manado Robby Mottoh kepada wartawan beberapa waktu lalu mengatakan justru ada penurunan kasus DBD.

“Januari 2015 mencapai 131 kasus, sedangkan Januari 2016 ini berjumlah 31 kasus. Kami belum menerima atau informasi DBD sampai ada kematian,”ungkap Mottoh.

Penting diingatkan Mottoh, mengaplikasikan dengan cara menggunakan kelambu saat tidur dan 3M yaitu menguras tempat-tempat genangan air, menutup wadah penampungan air, mengubur barang  berpotensi jadi tempat jentik nyamuk.

Sedangkan, data dari Dinkes Sulawesi Utara (Sulut) Januari 2016 belum ada laporan meninggal tetapi sebanyak 96 kasus positif DBD.

Januari 2014 lebih banyak terdata 110 kasus, 5 meninggal. Lain dengan Januari 2015 458 kasus, 5 meninggal. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017