IKLAN

Butet, Mantan Bupati Bolmong Terancam 20 Tahun Penjara


 

MS alias Butet di Kejari Kotamobagu Pada 1 Juni 2015. (f-yoan/manadoline)

MS alias Butet di Kejari Kotamobagu Pada 1 Juni 2015. (f-yoan/manadoline)

KOTAMOBAGU – Setelah berkas tahap dua diserahkan penyidik Reskrim Polres Bolmong ke Kejari Kotamobagu pada Senin 1 Juni 2015, nasib tersangka dugaan korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Kabupaten Bolmong Rp 4,8 miliar tahun anggaran 2010 silam, MS alias Butet, proses hukumnya terus dikebut. “Berkas MS saat ini sudah lengkap (P21). Kami penyidik terus mempelajarinya. Kita tak mau gegabah. Jadi perlu waktu guna melakukan penelitian berkas,” ujar Kasi Pidsus Ivan R. Bermuli SH, Rabu (10/6).

Selain itu kata Bermuli, penyidik kejari tidak bekerja sendiri. “Rencana pelimpahan berkas MS sudah kita koordinasikan dengan Kejati Sulut,” ungkap Ivan lagi sambil menambahkan keputusan kejaksaan menetapkan P21 terhadap berkas perkara MS telah dilandasi alat bukti yang kuat. “Kita memiliki alat bukti. Salah satunya pernyataan empat terpidana dalam kasus serupa di persidangan,” lugasnya.

Sementara itu soal ancaman hukuman terhadap oknum Ketua Komisi II DPRD Provinsi Sulut itu, Kasi Pidsus Ivan Bermuli mengatakan tersangka MS bisa diancam dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Ivan kemarin. (yoan)