IKLAN

Kapolda Sulut: Kerusuhan di Basaan Bukan Karena Isu Sara


IMG_20160327_205552

Kerusuhan di Desa Basaan Minahasa Tenggara yang melibatkan sekelompok pemuda saling serang dengan bom molotov hingga membakar beberapa rumah warga. (Foto ist)

MITRA – Desa Basaan Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara yang sempat rusuh dengan sekolompok orang yang saling melempar bom molotov hingga 5 rumah warga habis terbakar pada Jumat malam (25/3) sampai Sabtu pagi (28/3) membuat Kapolda Sulut Brigjen Pol. Wilmar Marpuang turun langsung meninjau lokasi kerusuhan tersebut bersama Tim Barracuda, Tim Manguni, Satbrimob Polda, Polres Minsel, serta Yonif Raider 712 Manado dan Kodim 1302/Minahasa.

Kerusuhan yang sempat heboh dengan isu Sara tersebut, dibantah Kapolda Sulut yang mengatakan konflik terjadi akibat dari cekcok sekelompok pemuda Desa Basaan. “Ini bukan SARA, awalnya dari acara hut warga Desa Basaan kemudian ada permasalahan dan saling cekcok hingga saling pukul antara sekelompok remaja dan pemuda” kata Marpaung pada sabtu (26/3).

Beliau juga mengatakan kerusuhan tersebut akan secepatnya diselesaikan dan pihaknya juga akan menindaktegas kepada para pelaku pembakaran rumah. “Kita akan tindak tegas, kepada orang tua agar menyerahkan anaknya sukarela jangan sampai kita tindak tegas jemput secara paksa,” tegas Marpaung.

Sementara itu, Kapolres Minahasa Selatan AKBP Benny Bawensel mengatakan telah menahan sejumlah pelaku yang diduga kuat otak dari kerusuhan tersebut. “Kami sudah menahan sejumlah pelaku yang diduga otak dari kerusuhan ini. Ra‎tusan barang bukti sajam juga berhasil diamankan saat kita lakukan penggeledahan di rumah-rumah warga seperti bom molotof, bom ikan, panah ikan, senjata rakitan, samurai, pucuk panah wayer, pelontar, samurai serta barang sajam lainnya,” kata Bawensel. (ekaputra)

 

Manado Fiesta 2017