IKLAN

Kapolda Dideadline 3 Hari, Terkait Pemukulan Ketua Ansor Manado


Ketua Ansor, Rusli Abeng Umar

Rusli Abeng Umar

MANADO – Penertiban Kawasan Kampung Bobo, Kamis (2/6) oleh pihak kepolisian berujung dengan aksi pemukulan terhadap Ketua Ansor Kota Manado, Rusli Abeng Umar.

Spontan Gerakan Pemuda Ansor pun meminta pertanggungjawaban kepada Kapolda Sulut. Mereka memberikan deadline waktu 3 hari untuk segera menuntaskan kasus pemukulan tersebut.

Abeng mengalami babak belur  di tubuhnya, terutama wajah. Ketua DPW GP Ansor Sulawesi Utara, Yusra Alhabsy mengatakan, pihaknya sudah diberikan mandat dari Pengurus Pusat untuk mengawal kasus ini hingga oknum aparat kepolisian yang terlibat pemukulan maupun yang memberikan perintah untuk melakukan penganiayaan terhadap Rusli Abeng Umar, diberikan sanksi dan diproses sesuai hukum pidana.

“Kami berikan waktu 3 hari kepada yang terhormat pak Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Kami akan melakukan cara-cara organisasi untuk mempressure kasus ini untuk segera diproses,” kata Alhabsy.

Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Manado ini mengatakan, dirinya juga sudah mendapatkan kepastian dari Pengurus Pusat, jika persoalan ini akan dibawa ke Mabes Polri termasuk langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

“Kami sudah koordinasi dan persoalan ini sudah menjadi bahan dari PP GP Ansor untuk dilaporkan ke Kapolri. Ini adalah sebuah tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar HAM,” kata Alhabsy. (ekaputra)

Sikap GP Ansor Terkait Pemukulan Rusli Abeng Umar

  1. Mengutuk tindakan pemukulan oleh pihak kepolisian
  2. Meminta Pertanggung Jawaban dari Kapolresta Manado
  3. Mendesak Kapolda Sulut untuk memproses oknum yang terkait dengan pemukulan
  4. Seluruh oknum yang terlibat wajib diberikan sanksi

 

Manado Fiesta 2017