IKLAN

Kapal Tangker MT. Rehoboot yang Dibajak, Ditemukan di Philipina Dalam Keadaan Kosong


Kapal tangker MT. Rehoboot , yang dibajak oleh sekelompok orang bersenjata.

Kapal tangker MT. Rehoboot , yang dibajak oleh sekelompok orang bersenjata.

MANADO – Kapal tangker MT. Rehoboot yang hilang di perairan Sulawesi Utara di antara pulau Lembeh dan pulai Nain pada tanggal 28 Januari 2015 yang lalu, dikabarkan telah ditemukan pada Senin, (23/02).
Kapal tangker tersebut ditemukan di wilayah Cabuaya, Mati City Davao Oriental, Philipina. Saat ditemukan kapal Tangker dalam keadaan kandas di atas karang.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal tersebut dalam keadaan kosong. Tak satupun Anak Buah Kapal (ABK), termasuk sekelompok yang melakukan pembajakan.
Pihak TNI Angkatan Laut dan aparat Polri yang bekerja sama dengan aparat keamanan Philipina, hanya menemukan beberapa tanda pengenal milik ABK seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Yopie Laheke warga Bitung dan Apolinaris warga Kepulauan Talaud.
Selain KTP, aparat TNI AL dan Polri juga menemukan sebuah ATM Mandiri dan kartu Jamsostek milik Yopie Laheke.
Kapal tangker bermuatan bahan bakar jenis solar sebayak 1100 ton dengan nomor lambung GT 827, dalam keadaan acak-acakan, serta seluruh peralatan navigasi dan komunikasi rusak. Seluruh muatan dalam kapal tersebut telah habis terkuras.
Berdasarkan Press Reales dari Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal VIII, Mayor Laut (KH) Budiyanto,S.H. bahwa untuk Kapal MT. Rehoboot yang ditemukan tersebut, sedang dalam pengawasan pihak aparat keamanan (Coast Guard) Philinina.
“Kapal Tangker yang ditemukan di Wilayah Cabuaya, Mati City Davao Oriental, Pihilipina, sedang dalam pengawasan pihak keamanan Philipina,” kata Budiyanti.
Seperti diketahui, setelah berlayar selama 2 jam dari pelabuhan Bitung pada 28 Januari lalu menuju Halmahera, Maluku Utara, kapal tanker MT. Rehoboot dibajak oleh sekelompok orang tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam. Sementara 15 orang kru dalam kapal tersebut diturunkan melalui sekoci oleh para pembajak dan ditemukan di warga dengan rakit di belakang Pulau Nain, Minahasa Utara. (redaksi)