IKLAN

Skandal Korupsi TPAPD Bolmong Berbanderol Rp 4,8 Miliar

Kajati Sulut: SKPP Marlina Siahaan Masih Diperiksa


Skandal Korupsi TPAPD Bolmong Berbanderol Rp 4,8 Miliar

 

Fien Ering SH MH, Kajari Kotamobagu. (f-yoan/manadoline)

Fien Ering SH MH, Kajari Kotamobagu. (f-yoan/manadoline)

KOTAMOBAGU – Pro kontra Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP) atas kasus yang melilit MS alias Butet yang diterbitkan Kejari Kotamobagu belum final. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut saat ini masih melakukan eksaminasi atau proses pemeriksaan.

Penegasan ini disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut Teuku Muhammad Syahrizal SH saat kunjungan kerja di Kejari Kotamobagu, Rabu (5/8) siang. “Proses eksaminasi SKPP masih berjalan. Semuanya yang terkait diambil keterangan dan diminta pertanggungjawaban, hasilnya dilaporkan ke pimpinan. Sabar dulu. Saya tidak melihat person di situ, saya melihat kasusnya,” ujarnya serius kepada awak media.

Masih menurut Syahrizal eksaminasi khusus dilakukan karena ada beberapa hal yang tidak dilaksanakan Kejari Kotamobagu. “Kalau lihat pasal 139 dan 140 KUHAP itu benar. Tapi ada mekanisme, ada beberapa prosedur administrasi yang seyogyanya dilakukan namun tidak dilaksanakan. Apalagi sudah merupakan atensi pimpinan dan sudah diekspos di Kejaksaan Agung (Kejagung),” ujarnya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu Fien Ering SH MH mengatakan penghentian penuntutan terhadap tersangka MS yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut ini dilakukan karena tidak punya alat bukti. “Setelah dilakukan pengkajian kembali ternyata memang hanya ada satu alat bukti, dan itupun tidak didukung dengan kwitansi,” ujar Fien.
Sementara itu mantan Bupati Bolmong Marlina Siahaan sebelumnya ditetapkan sebagai tersangak kasus dugaan korupsi dana Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD).

Kemudian oleh Kejari Kotamobagu dikeluarkan SKPP ke Kejati Sulut tertangal 8 Juli 2015 silam. Alasannya tidak cukup bukti untuk menjerat MS alias Butet. Alat bukti berupa pernyataan terdakwa Mursid Potabuga, Cimmy Wua, Ikram Lasinggaru dan Suharjo Makalalag saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado beberapa waktu lalu telah dicabut. (yoan)