IKLAN

Rawan Banjir, Warga Bumbungon Desak Pelebaran Sungai Ongkag


BOLMONG – Legislator Sulut Julius Jems Tuuk turun ke Daerah Pemilihan (dapil) Bolmong Raya dalam rangka menyerap aspirasi (reses).

Julius Jems Tuuk saat mendengarkan aspirasi dari masyarakat saat turun reses.

Reses ke III di tahun 2017 ini Jems Tuuk bertemu masyarakat di Desa Bumbungon, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat mendesak kepada pemerintah agar dapat menormalisasikan sungai Ongkag. Karena, jika musim hujan datang sungai tersebut sering meluap dan membanjiri rumah warga.

“Kami minta Pak Jems menyampaikan ke pemerintah agar melakukan normalisasi sungai Ongkak, dengan membangun Talud atau bronjong sepanjang 2 Km di bantaran sungai. Karena sudah sangat meresahkan dan mengancam nyawa masyarakat,” ungkap warga.

Hal lain juga diungkapkan salah satu warga Julius Langi.
Langi mempertanyakan bantuan bibit jagung yang sudah terealisasi. Tetapi ketersediaan pupuk di agen mengalami kelangkaan sehingga petani jagung kesulitan dalam menanam.

“Bibit jagung sudah sudah kami terima. Tapi pupuk belum ada. Sampai sekarang Pupuk sulit didapat petani,” tukas Langi.

Mendengar aspirasi dari masyarakat, Tuuk mengatakan, akan memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat apabila hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Yang pasti yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi akan kita perjuangkan mulai dari program infrastuktur, pasar bersih di Dinas koperasi hingga pengadaan bibit jagung berkualitas,”tegas Tuuk. Sembari mengakui permohonan bantuan tersebut harus pula diketahui, semua komunikasi masyarakat dengan pemerintah harus lewat proposal, karena aturannya demikian.

“Meskipun ada instansi terkait ingin membantu, tapi jika tidak ada proposal maka tidak bisa dibantu. Sebab jika ada temuan, maka pejabat di instansi tersebut harus menggantinya karena auditor akan menanyakan dasar apa diberikan bantuan,” aku politisi PDIP ini.

Sedangkan mengenai normalisasi sungai Ongkak, Tuuk menyatakan itu bukan kewenangan pemerintah provinsi melainkan Balai sungai.

” Saya sudah sempat mengambil sikap tegas kepada kepala balai Jidon Wantania, kita akan polisikan dia karena tidak bertanggung-jawab atas sungai Ongkak yang semakin melebar,” tambahnya.

Sementara itu, terkait kelangkaan pupuk, Tuuk berjanji akan berkoordinasi pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Dumoga. (mom)