IKLAN

Jelang Natal, Sulut Krisis Gula Pasir, Stok Hanya Mampu Bertahan 2 Minggu


Operasi Pasar yang digelar Inkopkar jelang Lebaran lalu. (foto: ist)

Operasi Pasar yang digelar Inkopkar jelang Lebaran lalu. (foto: ist)

MANADO – Memprihatinkan! Ketersediaan gula pasir di Sulut dan Sangihe Talaud jelang jelang natal dan tahun baru 2016 ini makin menepis.

Stok yang terus berkurang mengancam daerah Bumi Nyiur Melambai menyambut hari raya besar ini mengalami krisis gula pasir. Saat ini stok gula yang tersedia hanya cukup untuk dua minggu. Sementara permintaan terus meningkat, sedangkan ketersediaan terbatas.

Menurut keterangan Willy Tan, salah seorang distributor gula pasir yang menjadi mitra Induk Koperasi Kartika (Inkopkar), normalnya kebutuhan gula pasir di Sulut mencapai 5000 ton.

Inkopkar siap memenuhi kebutuhan gula pasir dengan menggelar operasi pasar

Inkopkar siap memenuhi kebutuhan gula pasir dengan menggelar operasi pasar

Namun menjelang natal meningkat 30% atau 1500 ton. Menurut perkiraan dia, stok gula di Sulut saat ini hanya cukup untuk 1-2 minggu saja, termasuk sisa gula operasi pasar Inkopkar dan Kementerian Perdagangan.

Saat ini dia masih menjual gula operasi pasar (OP) di tingkat pengecer seharga Rp 10.700 hingga Rp 11.000/ kg. Harga tersebut dipastikan melonjak menjadi Rp 13.000 hingga Rp Rp 14.000/ kg jika pemerintah tidak segera menggelar op.

“Lonjakan harga tersebut murni karena tidak ada barang, bukan karena pedagang menahan barang, jadi saya mohon segera dilakukan OP supaya stok cukup dan harga murah,” ujarnya, Jumat (11/12).

Jika OP tidak segera turun, tambah Willy, maka gula dari Surabaya akan segera datang, dan harganya pasti lebih mahal. Ia memprediksi harga gula dari Surabaya berkisar Rp 13.000 hingga Rp 14.000/ kg.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Desy, ibu rumah tangga di Manado. “Sekarang saya masih beli gula di pasar seharga Rp 11.700/ kg. Cuma saya takut harga gula seperti tahun lalu. Mahal sampai Rp 14.000/ kg. Semoga pemerintah memperhatikan soal sembako. Khususnya menjalang Natal,” ujarnya. (anto/*)