IKLAN

Jelang Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Kotamobagu Gelar Ritual Melasti


Perayaan Hari Raya Nyepi di Werdhi Agung, Dumoga, Bolmong pada Tahun 2014. (foto dok)

Perayaan Hari Raya Nyepi di Werdhi Agung, Dumoga, Bolmong pada Tahun 2014. (foto dok)

KOTAMOBAGU – Dalam rangkaian peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1937 yang jatuh pada Sabtu 21 Maret 2015, umat Hindu di wilayah Kota Kotamobagu dan sekitarnya menggelar ritual keagamaan. Ritual Melasti di Pura Jagatnata yang berada di Jalan Siswa Kelurahan Mogolaing Kecamatan Kotamobagu Barat, Jumat (20/3) pagi. Ketua Parisade, Drs Ida Bagus mengatakan ritual ini adalah rangkaian acara menjelang perayaan Hari Raya Nyepi seperti upacara Melasti. “Upacara Melasti bertujuan memohon air suci untuk pembersihan alam semesta,” jelas Bagus, siang tadi. Sementara Pemkot Kotamobagu melalui Pelaksana Tugas Kepala Bagian (Plt Kabag) Humas Suhartien Tegela mengatakan pemerintah kota berharap agar warga kota bertoleransi dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu yang tengah merayakan. “Pemerintah sangat berharap warga Kota Kotamobagu bisa menjaga keamanan agar umat Hindu yang sedang merayakan hari keagamaannya bisa tenang dalam beribadah,” ujar Tegela. Sekadar diketahui Nyepi adalah ¬hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap tahun Baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi atau senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. (mara)

 

Manado Fiesta 2017