IKLAN

Jawab Kebutuhan Masyarakat, Bupati JWS Letakkan Batu Pertama Pasar Kawangkoan


Bupati sementara meletakkkan batu pertama di pasar Kawangkoan

Bupati sementara meletakkkan batu pertama di pasar Kawangkoan

KAWANGKOAN — Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, letakkan batu pertama untuk pembangunan Pasar Kawangkoan, Rabu (10/8). Dalam sambutan Sajow menjelaskan, salah tujuan pembangunan pasar untuk memperindah pasar.

“Pembangunan pasar ini juga untuk menjawab kebutuhan masyararakat saat berbelanja di hari pasar, karena penataannya nanti akan diatur lebih baik lagi,” kata Sajow .

“Kalau dulu pasar terlihat jorok, tapi sekarang jangan lagi. Masyarakat dan pemilik kios kita usahakan belajar bersih, karena pasar modern harus bersih,” sambungnya.

Lanjut, Bupati mengingatkan kepada dinas terkait, mengatur dengan sebaik-baiknya kontrak dengan pemilik kios dengan menandatangani perjanjian kontrak.

“Jangan sampai pasar belum selesai dibangun, namun kiosnya sudah ada yang memiliki. Harus rampung dulu baru bisa didiskusikan kontrak dengan pemilik,” ujar Sajow.

Diharapkan juga kepada para pedagang, agar jangan merubah bentuk fisik dari bangunan yang ada. “Jika ada pedagang yang merubah bentuk fisik bangunan, kontraknya akan dibatalkan. Akan langsung diambil alih oleh pemerintah,” tegas Sajow.

Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan Maudy Lontaan SSos, yang juga membawakan sambutan, menyampaikan pembangunan pasar Kawangkoan merupakan motivasi dari Bupati Minahasa, yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Selain memperindah pasar, tujuan pembangunan pasar ini juga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar lebih nyaman dan bersih,” terang Lontaan, sembari menambahkan pasar salah satu yang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ir Dolfie G Kasenda MSi, berharap pekerjaan pembangunan pasar bisa selesai dalam 150 hari terhitung 1 Juli, sesuai jadwal yang ada.

“Mudah-mudahan bisa cukup waktu dan pekerjaan bisa tepat waktu selama 150 hari. Dan nanti prioritas yang menempati kios adalah pedagang lama, namun harus mengisi lembar perjanjian kontrak yang ada,” tukas Kasenda. (fensen)