IKLAN

James Pemerkosa Seorang Nenek Hingga Tewas Divonis 5 Tahun Penjara


received_1001386486613966

Ilustrasi Sidang

MANADO — Perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh James Manderos (52) warga Kelurahan Bunaken Tanjung Parig Lingkungan VI Kecamatan Bunaken terhadap seorang nenek yang berinisial AB (55) ini akhirnya divonis 5 tahun penjara setelah terbukti telah tega memperkosa nenek tersebut hingga meninggal dunia di Pengadilan Negeri Manado pada Kamis (10/3). Hukuman tersebut diberikan oleh ketua Majelis Hakim Jemi Lantu kerena terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 285 KUHPidana. “Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 285 KUHPidana, dan pantas untuk dijerat dengan hukuman penjara selama 5 tahun,” kata Lantu.

Putusan vonis tersebut berbeda dengan tuntutan JPU, yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 11 tahun atau lebih ringan 6 tahun. Sebelumnya, dalam dakwaan JPU perbuatan bejat yang dilakukan terdakwa pada April 2015 lalu, sekitar pukul 20.00 Wita ini bermula ketika korban berinisial AB, selesai bekerja di rumah majikannya. Korban kemudian minta izin untuk pulang kerumahnya dan terdakwa pada malam itu berada di rumah majikan korban.

Terdakwa kemudian menawarkan diri untuk mengantar korban pulang dengan menggunakan sepeda motor bernomor polisi DB 9735 AP. Nah setelah ditengah perjalanan, terdakwa merubah arah dari tujuan semula ke rumah korban berubah ke arah perkebunan kelapa. Terdakwa pun menurunkan korban di perkebunan tersebut, lalu mengajaknya untuk bersetubuh, namun ditolak korban.

Selanjutnya dengan paksaan terdakwa melipat kedua tangan korban dari belakang, lalu terdakwa membanting tubuh korban di tempat duduk bambu (Dego-dego), dan terdakwa memaksa membuka celana yang digunakan korban dan menyetubuhi korban. Selesai menyetubuhi korban, terdakwa langsung pergi meninggalkan korban di tempat tersebut.

Akibat perbuatan terdakwa menyebabkan rasa sakit dibagian kemaluan korban. Dari hasil visum et revartum rumah sakit Bhayangkara, terdapat luka lecet pada kemaluan korban, akibat benda tumpul sehingga korban harus mendapatkan perawatan dan harus menggunakan alat bantu. Akibat perbuatan terdakwa, mengakibatkan korban mengalami penurunan kesadaran, batuk, kejang-kejang serta trauma, hingga korban meninggal dunia. (ekaputra)