IKLAN

Jalur Satu Arah, Deprov Deadline 3 Bulan


MANADO–Niat DPRD Sulut untuk menindaklanjuti asparasi para sopir angkot di manado, terkait diberlakukannya one way traffic (jalur satu arah) patut diberikan apresiasi.

SERIUS: Hearing para sopir Komisi I, III , Dinas  Perhubungan, Polda Sulut

SERIUS: Hearing para sopir Komisi I, III , Dinas Perhubungan, Polda Sulut, Kamis (17/3)

Ini dibuktikan DPRD Sulut langsung mengelar hearing lintas Komisi I dan III bersama dengan para sopir, Dinas Perhubungan Manado dan Provinsi, Polda Sulut dan Organda dan pihak akademisi.

Pada pertemuan tersebut para sopir angkot meminta agar jalur satu arah dikembalikan lagi. Karena perubahan satu arah diakui para sopir, pendapatan mereka berkurang terutama jalur Malalayang-Pusat Kota.

Dirlantas Polda Sulut dan Kasat Lantas Polresta Manado dalam hearing tersebut menyatakan rekayasa jalur satu arah sebelum diberlakukan telah dilakukan kajian matang. Bahkan pihak basis pun ikut diundang untuk meminta pendapat.

Para anggota Komisi I dan III Meiva Salindeho Lintang, Jems Tuuk, Eva Sarundajang, Denny Sumolang, Dicky Makagansa, Netty A Pantow, Ayub Ali telah banyak memberikan masukan terkait pemberlakuan jalur satu arah tersebut.

Seperti penuturan Denny Sumolang persoalan yang terjadi di Kota Manado  merupakan hal yang klasik terjadi, dan memiliki kaitan dengan instansi terkait.

” Persoalan rekayasa lalulintas merupakan domain kepolisian, dan  itu sudah dilakukan yang bertujuan mengurai kemacetan, namun disisi lain tanggung jawab instansi terkait lainnya yakni Dinas perhubungan apakah mereka mengerti geometrik jalan, sebab persoalan geometrik jalan akan meminimalisir tentang bagaimana kemacetan itu sendiri,” ungkapnya.

Masih menurut Sumolang, ada beberapa faktor yang menyebakan terjadi kemacetan lalulintas,  seperti perilaku pengguna jalan maupun  pelaku lalulintas. ” Contohnya para sopir angkot yang berhenti asal-asalan sehingga perilaku tersebut merupakan penyebab terjadi kemacetan dan tidak sistimatisnya kendaraan umum berhenti dari satu titik ke titik lainnya,” jelas legislator dari dapil Minut-Bitung.

“Membuka akses jalan yang menghubungkan antara jalan Boulevard dengan jalan Sam Ratulangi. Karena banyak lorong penghubung kedua jalan tersebut sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akses jalan tersebut harus dibuka, jangan cuma tusa pe hari jadi lorong itu dorang tutup,” pungkasnya.

Mendengar berbagai macam masukan dan saran, akhirnya hearing yang dipimpin oleh Wakil Ketua Amir Liputo didampingi Ketua Komisi Satu, Ferdinand Mewengkang mengeluarkan rekomendasi. Yaitu memberikan waktu kepada pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk melakukan perbaikan. ” Jika selama 3 bulan tidak ada mengalami perobahan. Maka DPRD Sulut meminta jalur dua arah untuk dikembalikan lagi,”papar Liputo. (mom)

 

Manado Fiesta 2017