IKLAN

Ini Tanda Sebelum Calon Pendeta Cantik itu Ditemukan Tewas dengan 10 Tikaman


Aztry Akay semasa hidup

Aztry Akay semasa hidup

Jenazah Aztry Akay disemayamkan di rumah omanya Keluarga Sondakh-Lolowang sebelum dimakamkan, Kamis (5/2) kemarin

Jenazah Aztry Akay disemayamkan di rumah omanya Keluarga Sondakh-Lolowang sebelum dimakamkan, Kamis (5/2) kemarin

RATAHAN – Kasus pembunuhan sadis terhadap Aztry Akay (21), calon pendeta cantik yang tercatat mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia (STT) Parakletos, Tomohon, Rabu (4/2) oleh pacarnya ALW alias Angga hingga kini masih terus menjadi pembicaraan hangat.

Aztry sendiri, Kamis (5/2) kemarin telah dimakamkan di kampungnya di Desa Morea, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra). Diungkapkan salah satu rekan Aztri, yakni Harto Paendong, sebelum ditemukan tewas, Silvan, adik Aztry sempat bermimpi. “Dalam mimpi itu Silvana memanggil-manggil kakaknya, Aztry. Ternyata mimpin sang adik sebagai pertanda buruk,’’ cerita Harto.

Sebelum ditemukan tewas, Jumat (30/2) Aztry masih menyempatkan diri pulang kampung di Desa Morea. “Korban masih memberikan pelayanan rohani memimpin ibadah pemuda remaja bersama rekan-rekannya di Desa Morea. Kami tidak ada firasat apa-apa terhadap Aztry,” ungkap Paendong. Aztri sendiri kembali ke Tomohon Senin (2/2). Rabu subuh dia ditemukan tewas di sebuah Gasebo Kompleks Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon, dengan kondisi sangat mengenaskan. “Kami tidak menduga kalau pelaku pacarnya sendiri. Sebab keluarga mengenal Angga adalah anak yang baik makanya kami sempat tidak percaya,” kata Paendong.

Sementara itu, proses pemakaman jenazah Aztry di Desa Morea kemarin begitu mengharukan. Isak tangis keluarga dan kerabat dekatnya tak bisa tertahankan. Sejumlah rekan-rekan kuliahnya juga ikut memadati proses pemakaman calon pendeta cantik yang sebelumnya disemayamkan di rumah Omanya keluarga Sondakh-Lolowang. (anto reppy)