IKLAN

Ini Penjelasan Terkait Kasak Kusuk Sumber Dana ke Singapura-Jepang Siswa Nilai Tertinggi UN


Bartje Assa

Bartje Assa

MANADO— Pernyataan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut menjanjikan hadiah ke Singapura dan ke Jepang bagi siswa nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) membuat sejumlah pihak kasak kusuk mempertanyakan asal muasal sumber anggaran akan diambil Pemkot Manado menyusul dalam APBD 2015, tak ada nomenklatur mata anggaran untuk itu.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Manado, Bartje Assa, menjelaskan, hadiah dari Wali Kota kepada siswa berpretasi di UN, itu masuk dalam program ‘Kelas Terminal’, sebuah wadah bagi para siswa yang memiliki IQ (Intelligence Quatient) plus.

“Program itu ada anggarannya melalui Dinas Pendidikan. Cuma dalam APBD induk 2015 ini tidak cukup, makanya akan kita alokasikan di APBD Perubahan,’’ ujar Assa.

Sekadar diketahui, GSVL, sapaan akrab Wali Kota menjanjikan bagi siswa peraih nilai tertinggi tersedia hadiah berangkat sambil belajar keluar negeri selama dua pekan. Jika meraih nilai tertinggi se-Sulawesi Utara, akan belajar dan jalan-jalan ke Jepang, dan khusus untuk tingkat Manado mendapatkan hadiah jalan-jalan dan belajar ke Singapura selama dua minggu.

“Jadi tidak gampang meraih nilai tertinggi dalam UN ini. Ada kriterianya. Begitu juga jika mereka nanti ke Singapura dan Jepang. Kita akan melihat jedah waktu mereka sebab saat itu bersamaan mereka akan sibuk mengurus masuk perguruan tinggi,’’ jelas Assa sambil mewanti-wanti, anggaran untuk hadiah jalan-jalan keluar negeri siswa berprestasi itu akan dialokasi dalam APBD perubahan. (anto reppy)