IKLAN

Ini Pengakuan Dudung, Teman Korban Yang Tenggelam di Pantai Manembo-nembo


Kiri; Joseph Mahindai. Kanan atas; Pantai Manembo-nembo lokasi tenggelemnya Maxwel Diauntung, Kanan bawah; Jenis perahu Pakura yang dipakai oleh Max dan Dudung

Kiri; Joseph Mahindai. Kanan atas; Pantai Manembo-nembo lokasi tenggelemnya Maxwel Diauntung, Kanan bawah; Jenis perahu Pakura yang dipakai oleh Max dan Dudung

BITUNG-Sungguh malang nasib yang dialami Maxwel Arthur Diauntung (21) atau yang biasa dipanggil Max, korban yang tenggelam di pantai Manembo-nembo Kecamatan Matuari Kota Bitung, pada hari Jumat (28/8) sekitar pukul 18.00 Wita, karena sampai saat berita ini diturunkan korban belum juga ditemukan.

Menurut pengakuan Joseph Mahindai (19) yang biasa disapa Dudung (berasal dari Philipina), teman Max saat tenggelam, perahu jenis Pakura yang dipakai oleh mereka berdua tenggelam kurang lebih 400 meter dari bibir pantai. Pada hari naas tersebut, Dudung dan Max besama beberapa warga yang berdomisili di Pantai Manembo-menembo membawa barang menuju ketempat tinggal yang baru, tepatnya di Empang daerah Tanjung merah.

“Waktu itu kami membawa tempat makan dan dos Aqua ke Empang, sekaligus membantu saudara-saudara yang akan pindah tempat tinggal. Setelah selesai, yang lain pulang ke Manembo-nembo dengan menggunakan mobil, saya dan Max memilih naik perahu Pakura,” jelas Dudung dalam bahasa Philipina yang diterjemahkan oleh Abelia Rasubala (45) ibu Max, Selasa (1/9).

Pada waktu itu cuaca memang tidak bersahabat, ketika sedang berada ditengah laut kurang lebih 400 meter dari bibir pantai, tiba-tiba bagian depan perahu yang ditumpangi seperti ditarik masuk kedalam laut, lalu perahu mulai terbalik karena dihantam ombak yang besar. Saya dan Max langsung terjun kelaut dan bereusaha menyelamatkan diri dengan cara berenang.

“Saya berusaha berjuang melawan gelombang besar, ketika sudah mendekati bibir pantai, saya berteriak minta tolong kepada warga yang kebetulan sedang berada di pantai. Karena kelelahan, saya tidak bisa berbicara, nanti setelah ada kekuatan baru saya menceritakan apa yang kami alami,” ungkap Dudung dengan wajah yang masih membayang trauma atas kejadian tersebut.

Saat kejadian, Max pemuda yang dikenal supel dalam pergaulan memakai celana jeans panjang dan jaket. Karena cuaca buruk, warga bersama tim rescue dari Pemkot Bitung, baru melakukan pencarian pada besok hari (Sabtu, 29/8), tetapi sampai saat ini, Max belum juga ditemukan. (jones)