IKLAN

Ini Kata Ketua PN Manado Soal Kasus MMS


Ketua Pengadilan Negeri Manado Wayan Karya, SH M.Hum

Ketua Pengadilan Negeri Manado Wayan Karya, SH M.Hum

MANADO – Ketua Pengadilan Negeri Manado Wayan Karya, SH M.Hum tanggapi serius berkas perkara MMS alias Marlina dalam kasus Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) yang tak kunjung dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Manado oleh pihak Kejari Kotamobagu, pada Senin (28/12).

Beliau mengatakan Kejari Kotamobagu segera limpahkan berkas perkara tersebut. “Dalam praperadilan, bila Hakim telah memutuskan agar sesegera mungkin berkas perkara yang di praper (Berkas Perkara MMS) tersebut di limpahkan untuk disidang, ya pihak Kejari harus melaksanakan putusan hakim tersebut. Kalau tidak ya tentu ada konsekuensi hukumnya. Dengan cara dilaporkan ke atasan mereka.” ujar Wayan.

Beliau juga tak menampik adanya alasan-alasan dibalik lamanya berkas perkara tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Negeri. “Tapi, sesegera mungkin disini tentu ada ragam tafsirannya. Masalahnya tidak ada ketentuan hukum yang jelas mengenai ini. Misalnya, kita sudah putuskan agar satu berkas tertentu harus sesegera mungkin di limpahkan, pada kenyataanya nanti berbulan-bulan kemudian, atau bahkan beberapa tahun kemudian baru limpah,” jelas Wayan.

Terkait belum juga dilimpahkan, dirinya menjelaskan masih dalam proses pengumpulan bukti-bukti.

Diketahui, berkas Perkara Marlina sempat terlepas dari status tersangka korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Bolmong, namun atas usaha LSM Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formak) Sulut yang mengajukan Praperadilan (Praper) hingga tuntas. (ekaputra)